Share

Serangan Drone AS di Afghanistan Tewaskan Pimpinan Al Qaeda

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 02 Agustus 2022 07:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 18 2640362 serangan-drone-as-di-afghanistan-tewaskan-pimpinan-al-qaeda-eYVJIzGZDG.jpg Ayman Al Zawahiri bersama dengan Osama bin Laden. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) di Afghanistan pada akhir pekan, demikian diumumkan Presiden Joe Biden pada Senin (1/8/2022). Ini merupakan pukulan terbesar bagi Al Qaeda sejak pendirinya Osama bin Laden tewas pada 2011.

BACA JUGA: Ayman al-Zawahiri Sang Pengganti Osama

Zawahiri, seorang ahli bedah Mesir yang nyawanya dihargai USD25juta (sekira Rp371 miliar), membantu mengoordinasikan serangan 11 September 2001, yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Pejabat AS, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Amerika Serikat melakukan serangan pesawat tak berawak di ibukota Afghanistan Kabul pada Minggu (31/7/2022) pagi pukul 06:18 waktu setempat.

"Sekarang keadilan telah ditegakkan, dan pemimpin teroris ini tidak ada lagi," kata Biden dalam sambutannya dari Gedung Putih sebagaimana dilansir Reuters. "Kami tidak pernah mundur."

Intelijen AS menentukan dengan "keyakinan tinggi" bahwa orang yang tewas adalah Zawahiri, kata seorang pejabat senior pemerintah kepada wartawan. Tidak ada korban lain yang terjadi.

BACA JUGA: Ayman Al Zawahiri AS Musuh Utama

"Zawahiri terus menimbulkan ancaman aktif bagi orang, kepentingan, dan keamanan nasional AS," kata pejabat itu. "Kematiannya memberikan pukulan signifikan bagi al Qaeda dan akan menurunkan kemampuan kelompok itu untuk beroperasi."

Ada desas-desus tentang kematian Zawahiri beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir, dan dia telah lama dilaporkan dalam kondisi kesehatan yang buruk.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Kematiannya menimbulkan pertanyaan tentang apakah Zawahiri menerima perlindungan dari Taliban setelah pengambilalihan Kabul pada Agustus 2021. Pejabat itu mengatakan para pejabat senior Taliban mengetahui kehadirannya di kota itu.

Serangan pesawat tak berawak itu adalah serangan AS pertama yang diketahui di Afghanistan sejak pasukan dan diplomat AS meninggalkan negara itu pada Agustus 2021. Langkah itu dapat meningkatkan kredibilitas jaminan Washington bahwa Amerika Serikat masih dapat mengatasi ancaman dari Afghanistan tanpa kehadiran militer di negara itu.

Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid membenarkan bahwa serangan itu terjadi dan mengecam keras, menyebutnya sebagai pelanggaran "prinsip-prinsip internasional."

Zawahiri menggantikan bin Laden sebagai pemimpin Al Qaeda setelah bertahun-tahun sebagai organisator dan ahli strategi utamanya, tetapi kurangnya karisma dan persaingannya dari militan saingan Negara Islam melumpuhkan kemampuannya untuk menginspirasi serangan spektakuler di Barat. Baca selengkapnya

Hingga pengumuman AS, Zawahiri diisukan berada di wilayah suku Pakistan atau di dalam Afghanistan.

Sebuah video yang dirilis pada April di mana dia memuji seorang wanita Muslim India karena menentang larangan mengenakan jilbab menghilangkan desas-desus bahwa dia telah meninggal.

Pejabat senior AS mengatakan, penemuan Zawahiri adalah hasil kerja keras kontraterorisme. Amerika Serikat mengidentifikasi tahun ini bahwa istri, anak perempuan, dan anak-anak Zawahiri telah pindah ke rumah persembunyian di Kabul, kemudian mengidentifikasi bahwa Zawahiri juga ada di sana, kata pejabat itu.

"Begitu Zawahiri tiba di lokasi, kami tidak mengetahui dia pernah meninggalkan rumah persembunyian," kata pejabat itu. Dia diidentifikasi beberapa kali di balkon, di mana dia akhirnya diserang. Dia terus memproduksi video dari rumah dan beberapa mungkin dirilis setelah kematiannya, kata pejabat itu.

Dengan anggota senior al Qaeda lainnya, Zawahiri diyakini telah merencanakan serangan 12 Oktober 2000 terhadap kapal angkatan laut USS Cole di Yaman yang menewaskan 17 pelaut AS dan melukai lebih dari 30 lainnya, kata situs web Rewards for Justice.

Dia didakwa di Amerika Serikat atas perannya dalam pengeboman kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania pada 7 Agustus 1998 yang menewaskan 224 orang dan melukai lebih dari 5.000 lainnya.

Baik bin laden maupun Zawahiri lolos dari penangkapan ketika pasukan pimpinan AS menggulingkan pemerintah Taliban Afghanistan pada akhir 2001 setelah serangan 11 September di Amerika Serikat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini