Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peringatkan AS, Moskow Akan Putus Hubungan dengan Washington Jika Ini Terjadi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 03 Agustus 2022 |11:07 WIB
Peringatkan AS, Moskow Akan Putus Hubungan dengan Washington Jika Ini Terjadi
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada pertemuan OSCE di Stockholm, Swedia, 2 Desember 2021. (Foto: Reuters)
A
A
A

MOSKOW – Kremlin pada Selasa (2/8/2022) memperingatkan bahwa hubungan diplomatik antara Rusia dengan Amerika Serikat (AS) dapat diputus jika Kongres di Negeri Paman Sam itu berhasil meyakinkan Washington untuk mencap Rusia sebagai negara sponsor terorisme.

BACA JUGA: Sedang Perang dengan Ukraina, Putin Sebut AS Ancaman Utama bagi Rusia

“Jika orang-orang di Washington memutuskan untuk sepenuhnya menghentikan interaksi apa pun dengan Moskow, kami dapat menerimanya. Seharusnya tidak ada keraguan tentang itu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova pada pengarahan pers sebagaimana dilansir RT.

Gagasan untuk menambahkan Rusia ke daftar hitam, yang sudah mencakup Iran, Korea Utara, Suriah, dan Kuba, diperjuangkan oleh beberapa anggota parlemen, seperti Senator Lindsey Graham. Sebuah resolusi tidak mengikat yang menyerukan Departemen Luar Negeri AS untuk mengambil langkah seperti itu disahkan oleh Senat pekan lalu.

Langkah serupa juga dianjurkan oleh DPR AS, termasuk oleh ketuanya Nancy Pelosi, yang menyebabkan ketegangan antara Washington dan Beijing dengan kunjungannya ke Taiwan awal pekan ini.

BACA JUGA: Hubungan Terancam Putus, Dubes AS: Rusia Jangan Tutup Kedutaan

“Saya berharap pimpinan (DPR AS Nancy Pelosi) yang terbang akan segera kembali ke markasnya dan mendiskusikan (mencap Rusia sebagai sponsor terorisme) dengan orang-orang yang setidaknya memiliki minat pada cara kerja perdagangan diplomasi,” kata Zakharova.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement