Share

Bunuh Pimpinan Al Qaeda, AS Gunakan Rudal Hellfire Modifikasi

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 03 Agustus 2022 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 18 2641150 bunuh-pimpinan-al-qaeda-as-gunakan-rudal-hellfire-modifikasi-BE9tFtf3jK.jpg Pemimpin Al Qaeda Ayman Al Zawahiri tewas dalam serangan drone Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan, 31 Juli 2022. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Dua rudal Hellfire yang diluncurkan dari pesawat nirawak Amerika Serikat (AS) dan menewaskan pemimpin Al Qaeda Ayman Al Zawahiri akhir pekan lalu diduga merupakan versi modifikasi.

Rudal tersebut mengenai Zawahiri saat dia berdiri di balkon rumahnya di pusat kota Kabul, Afghanistan, tetapi seorang pejabat senior AS mengatakan tak ada orang lain yang tewas atau terluka.

Rudal Hellfire, sebagian besar buatan Lockheed Martin, adalah peluru kendali udara-ke-darat berpresisi tinggi yang biasanya menyebabkan kerusakan besar.

Hantamannya mampu meruntuhkan gedung dan membunuh atau melukai orang-orang di dekatnya.

Foto-foto tentang serangan itu di media sosial memperlihatkan ciri khas Hellfire modifikasi bernama R9X, yang memiliki enam pisau untuk melukai sasaran, menurut beberapa sumber yang memahami senjata itu.

R9X terutama digunakan untuk menyerang target-target individu, seperti anggota milisi di Suriah, demikian dilansir dari ANTARA.

Foto-foto tersebut menunjukkan jendela yang hancur di lantai dua sementara struktur bangunan rumah itu tetap utuh meski dihantam rudal Hellfire.

Rudal Hellfire dimiliki lebih dari 29 entitas, tetapi sangat sedikit yang diketahui publik tentang versi modifikasinya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Sejumlah pejabat meyakini bahwa R9X sangat kecil kemungkinan menimbulkan korban di kalangan warga sipil karena rudal itu tidak menimbulkan ledakan, tetapi hanya menyerang target dengan pisau-pisau tajam.

Rudal Hellfire diketahui hanya diluncurkan dari pesawat nirawak buatan General Atomics, seperti MQ-9 Reaper dan MQ-1C Gray Eagle.

Beberapa pejabat AS mengatakan CIA bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, badan intelijen tersebut menolak berkomentar.

Saat ditanya tentang R9X, juru bicara Departemen Pertahanan AS meminta agar pertanyaan itu ditujukan ke Komando Operasi Khusus AS, pembeli utama rudal tersebut.

Juru bicara Komando Operasi Khusus menolak berkomentar tentang spesifikasi R9X, tetapi mengatakan bahwa senjata itu termasuk "dalam inventaris amunisi" mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini