Pengumuman itu muncul setelah Presiden AS Joe Biden mengunjungi negara Timur Tengah itu bulan lalu untuk membahas berbagai topik, termasuk, khususnya, keamanan energi. Biden juga mengatakan dia telah mengkonfrontasi putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman atas pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi.
Kontroversi terakhir ini telah merusak hubungan AS-Saudi untuk waktu yang lama, dengan kandidat presiden saat itu Biden bersumpah pada 2019 untuk menjadikan kerajaan itu sebagai negara "pariah". Tahun lalu, Biden juga melarang penjualan senjata ofensif ke Saudi.
Namun, menurut laporan Reuters bulan lalu, pemerintah AS telah mempertimbangkan kemungkinan pencabutan pembatasan ini. Namun, keputusan apa pun tentang masalah ini bergantung pada apakah Riyadh mengambil langkah untuk mengakhiri perang di Yaman.
Pengumuman itu muncul ketika Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui kemungkinan kesepakatan senjata dengan negara Timur Tengah lainnya, Uni Emirat Arab. Dalam hal ini, Washington dapat menjual rudal sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) 96 UEA, dengan nilai USD2,2 miliar (Rp33 triliun). Kesepakatan itu juga dimaksudkan untuk membantu Abu Dhabi mengusir kemungkinan ancaman rudal balistik di wilayah tersebut.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.