Share

China Jatuhkan Sanksi pada Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Keluarganya

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 05 Agustus 2022 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 18 2642841 china-jatuhkan-sanksi-pada-ketua-dpr-as-nancy-pelosi-dan-keluarganya-0DLWVNWWPG.jpg Ketua DPR AS Nancy Pelosi. (Foto: Reuters)

BEIJING - China telah memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi dan keluarga dekatnya sebagai tanggapan atas tindakannya yang "kejam" dan "provokatif", kata kementerian luar negeri China, Jumat (5/8/2022).

BACA JUGA: Waduh! Nancy Pelosi Sah Jadi Musuh No 1 Musuh Tiongkok Tahun Ini

"Terlepas dari keprihatinan serius China dan penentangan tegas, Pelosi bersikeras untuk mengunjungi Taiwan, secara serius mencampuri urusan dalam negeri China, merusak kedaulatan dan integritas teritorial China, menginjak-injak kebijakan satu China, dan mengancam perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan," kata juru bicara kementerian dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.

Suami Nancy, Paul Pelosi, yang juga berusia 82 tahun, memiliki perusahaan konsultan dan investasi real estat dan modal ventura yang berbasis di San Francisco. Mereka memiliki lima anak, salah satunya, Christine Pelosi, (56), adalah ahli strategi untuk Partai Demokrat, sementara Putri bungsu mereka, Alexandra, (51), adalah seorang pembuat film dengan lebih dari selusin film dokumenter di resumenya, demikian diwartakan RT.

BACA JUGA: Gegara Pelosi, China Blokir Impor Jeruk dan Ikan dari Taiwan

Pelosi, yang berada di urutan ketiga dalam kursi kepresidenan AS, tiba di Taiwan Selasa malam dan pergi keesokan harinya, menjadi pejabat tinggi Amerika yang mengunjungi pulau itu sejak 1997.

Ketua DPR melakukan perjalanan meskipun Beijing, yang menganggap Taiwan bagian dari wilayahnya, menyebut langkah itu "berbahaya dan provokatif" dan menjanjikan tanggapan yang kuat.

Sementara Pelosi masih di Taipei, pihak berwenang China mengumumkan latihan militer terbesar yang pernah ada di Selat Taiwan dan memberlakukan pembatasan perdagangan di pulau itu.

Latihan militer dan latihan tembakan langsung di enam wilayah maritim di sekitar pulau itu dimulai pada Kamis (4/8/2022) dan akan berlanjut hingga Minggu (7/8/2022).

Taiwan telah memiliki pemerintahan sendiri sejak 1949, tetapi tidak pernah secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan dari China. Meskipun secara resmi mengakui Beijing sebagai satu-satunya otoritas yang sah di China sejak 1979, AS mempertahankan hubungan tidak resmi yang kuat dengan pulau berpenduduk 23,5 juta itu, menjual senjata ke Taipei dan mendukung dorongannya untuk kedaulatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini