Share

Pulau Ini Rutin Ubah Kewarganegaraan Dua Kali dalam Setahun

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 06 Agustus 2022 03:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 18 2642896 pulau-ini-rutin-ubah-kewarganegaraan-dua-kali-dalam-setahun-AyNPxNNSch.jpg Pulau Pheasant berada di antara Prancis dan Spanyol. (Foto: Alamy)

PULAU Pheasant, yang terletak di antara Prancis dan Spanyol, mengubah status wilayah kenegaraannya dua kali setahun. Tapi, kenapa itu terjadi? Jurnalis BBC Mike MacEacheran melaporkan perjalanannya ke pulau unik itu.

Dari sudut pemandangan yang luar biasa dari atas San Sebastián di Negara Basque, seorang pendaki dapat melihat salah satu jalur tertua, paling romantis, dan bersejarah di dunia.

BACA JUGA: 10 Negara Terkecil di Eropa

Perjalanan ziarah Camino de Santiago melewati jalur ini, dan perjalanan Homerian ke makam Santo Yakobus di sudut paling barat Spanyol utara ini juga sering dilalui, menjadi jalur menyebarkan agama bagi banyak orang dan memikat pikiran masyarakat selama berabad-abad.

Setiap tahun, para pelancong dan peziarah berbondong-bondong ke sini, tetapi saya bukan salah satu dari mereka. Alih-alih lembah yang berkelok-kelok menuju gereja, tujuan saya sesungguhnya di tempat lain. Tempat aneh tak berpenghuni bernama Pulau Pheasant.

Awalnya bertujuan untuk memahami Negara Basque di Spanyol secara lebih baik, saya secara tidak sengaja menemukan sebidang tanah seluas dua hektare saat mempelajari peta Pyrenees Barat.

Terletak di perbatasan antara Hendaye, Prancis, dan Irun, Spanyol, di sungai Bidasoa yang mengalir ke Teluk Biscay, pulau yang membingungkan ini dipimpin oleh masing-masing negara selama enam bulan secara bergantian dan merupakan bukti catatan sejarah persaingan antar kedua negara itu.

BACA JUGA: Visa Schengen, Satu Tiket Masuk Keliling Eropa

Masalah perbatasan memang dapat ditemukan di seluruh Eropa - dan bahkan dunia - tetapi pulau sepanjang 200 meter yang bertukar negara dua kali setahun adalah hal yang tergolong unik. Dan tidak banyak yang mengetahui sejarah Pulau Pheasant ini.

Saya pun tidak banyak tahu sebelum saya tiba untuk melihat pulau misterius itu sendiri pada musim semi ini.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Saya ditemani oleh Pia Alkain Sorondo, seorang arkeolog yang sekarang memimpin tur jalan kaki di wilayah tersebut, dan, seperti kebanyakan orang di bagian Spanyol ini, dia merasa berkewajiban untuk menjaga sejarah Negara Basque agar tetap hidup.

Tidak peduli seberapa aneh sejarah itu.

"Saya suka menceritakan kisah warisan kami," kata Sorondo kepada saya, saat kami berjalan-jalan di sepanjang perbatasan Prancis-Spanyol di timur San Sebastián, dan, di satu sisi, kembali ke masa lalu,” tulis MacEacheran sebagaimana dilansir dari BBC Indonesia.

Di belakang kami ada kumpulan lahan industri, apartemen, dan bar pinxtos, tetapi di depan kami ada sisa-sisa arkeologi Romawi dari sebuah jembatan kuno dan pulau bersejarah itu sendiri.

"Ada sejarah abad pertengahan yang tersembunyi di sepanjang tepi sungai ini, tapi kebanyakan orang lewat di sini tanpa mengetahuinya. Itulah yang saya coba ubah."

Ketika kami mencapai tujuan kami, sebuah taman tepi sungai yang menghadap pulau, kami disambut oleh pemandangan unik.

Pulau Pheasant, yang berbentuk elips dan ditumbuhi pepohonan lebat, terletak hanya 10 meter dari sisi sungai Spanyol dan 20 meter dari Prancis.

Pulau ini sangat penting secara historis sehingga jarang dibuka bagi pengunjung.

Di tengah pulau itu ada bangunan batu besar bertulisan, berbentuk seperti tugu peringatan, yang mencerminkan sejarah kuno tempat itu.

Berbentuk seperti makam dan berdiri megah, tugu itu memperingati pertemuan di mana Perjanjian Pyrenees dinegosiasikan pada tahun 1659.

"Mempelajari latar belakang di sini seperti sebuah penemuan," kata Sorondo kepada saya. "Ini hampir seperti pulau hantu."

Sepanjang sejarah, telah terjadi suksesi penamaan yang berbeda untuk Pulau Pheasant.

Nama pulau ini sekarang - Isla de los Faisanes dalam bahasa Spanyol, Faisai Uhartea dalam bahasa Basque, Île des Faisans dalam bahasa Prancis - adalah sebuah kesalahan.

"Tidak ada burung pegar di Pulau Pheasant (pegar)," keluh novelis Prancis Victor Hugo ketika dia berkunjung pada tahun 1843. Bahkan, yang ada hanya burung malard jambul hijau dan burung-burung migran.

Pada zaman Romawi, pulau itu dikenal sebagai "Pausoa", kata Basque yang berarti bagian atau langkah.

Kemudian orang Prancis menerjemahkan ini sebagai "Paysans", yang berarti petani, sebelum mengubahnya menjadi "Faisans", untuk burung pegar. Seiring waktu, nama Île des Faisans melekat.

Pulau sederhana itu akhirnya menjadi terkenal pada tahun 1648, menyusul gencatan senjata di akhir Perang Tiga Puluh Tahun antara Prancis dan Spanyol, ketika pulau itu dipilih sebagai wilayah netral untuk menentukan perbatasan baru.

Bahkan, hingga 24 pertemuan tingkat tinggi berlangsung di sana, didampingi oleh pengawalan militer yang siap siaga jika negosiasi tidak berjalan lancar.

Sebelas tahun kemudian, Perjanjian perdamaian Pyrenees tercapai.

Untuk menghormati kejadian itu, pernikahan antar kerajaan pun dipertimbangkan, dan, pada 1660, Raja Prancis Louis XIV menikahi putri Raja Philip IV, Maria Theresa dari Spanyol, di tempat deklarasi.

Jembatan kayu dibangun untuk memudahkan perjalanan, tamu-tamu kerajaan menempuh ke lokasi dengan kereta-kereta mewah, dan para pelukis ditugaskan untuk berkarya.

Diego Velázquez, pelukis istana Raja Philip, dan kini dikenal dengan karya magnum opusnya Las Meninas (potret Margaret Theresa dengan para pendamping kehormatannya) ditugaskan untuk mengatur sebagian besar perayaan.

Begitu simbolis Pulau Pheasant sebagai metafora perdamaian, akhirnya diputuskan kedua negara akan memiliki hak asuh bersama atas wilayah tersebut.

Spanyol akan memegang kepengurusan mulai 1 Februari hingga 31 Juli setiap tahun, sementara Pulau Pheasant akan menjadi bagian resmi Prancis selama enam bulan lainnya.

Pada saat itu, kondominium terkecil di dunia lahir.

Perjanjian perdamaian Pyrenees, yang dinegosiasikan di sini, menetapkan perbatasan antara kedua negara. (Prisma Archivo/Alamy)

Menurut definisi, kondominium adalah tempat yang ditentukan oleh kehadiran setidaknya lebih dari satu negara berdaulat. Pengertian tersebut berasal dari bahasa Latin, dengan "com" yang berarti "bersama" dan "dominium" yang berarti "hak kepemilikan".

Dan selama berabad-abad, banyak negara telah terlibat dalam perang tarik-menarik geografis atas kondominium, dengan banyak pemerintah menghabiskan beberapa dekade memperdebatkan poin-poin tentang siapa yang memiliki apa dan mengapa. Sebagian besar bukan pusat kerajaan, melainkan tambahan eksperimental geopolitik.

Setidaknya untuk saat ini, ada delapan di dunia, termasuk Danau Constance , tridominium antara Austria, Jerman dan Swiss; Distrik Brčko yang dimiliki bersama oleh Bosnia dan Herzegovina; dan wilayah Republika Srpska yang disengketakan.

Lalu ada Area Rezim Bersama, zona maritim bersama antara Kolombia dan Jamaika; dan Area Abyei yang diperebutkan oleh Sudan Selatan dan Sudan.

Yang lainnya adalah sungai Moselle dan anak-anak sungainya Sauer dan Our - sebuah kondominium sungai yang dibagi antara Jerman dan Luksemburg; sedangkan Teluk Fonseca adalah kondominium tripartit yang dibagi oleh Honduras, El Salvador dan Nikaragua.

Antartika adalah yang terakhir tetapi juga yang terbesar dan paling penting, kondominium kontinental teoritis, diatur oleh 29 penandatangan Perjanjian Antartika yang memiliki status konsultasi.

Pada hari kunjungan saya ke Pulau Pheasant, wilayah itu ada di tangan Spanyol.

Sekelompok orang menjelajahi perairan dengan kayak, dan, di darat, hanya satu orang yang lewat yang berhenti untuk mengambil foto.

Selain mengelola taman, memelihara tempat pendaratan kapal, mendiskusikan hak penangkapan ikan dan memantau kualitas air, tidak banyak yang bisa dilakukan Spanyol setiap bulan.

Pengunjung hanya diperbolehkan ke pulau pada kesempatan langka: baik pada salah satu hari serah terima, ketika pulau itu dipenuhi dengan aktivitas selama rangkaian upacara resmi, dengan bendera, delegasi, diplomat dan banyak kemegahan formal; atau sebagai bagian dari tur warisan sejarah secara ad-hoc.

Namun, satu perkembangan mengkhawatirkan yang menggema di antara kalangan komunitas perbatasan adalah jumlah imigran yang mencoba menyeberangi sungai secara ilegal dari Spanyol ke Prancis.

Sehari sebelum saya tiba, seorang warga negara asing telah tenggelam ketika mencoba untuk berenang menyeberang dan, ketika Sorondo dan saya berbicara tentang sejarah dan politik Basque, sebuah perahu polisi menyusuri perairan mencari jenazah itu.

Angka saat ini dari Irungo Harrera Sarea, LSM di Irun, memperkirakan bahwa hingga 30 migran tiba setiap hari demi mencari jalan masuk ke Prancis.

Sebagai saluran pasang surut, Bidasoa memiliki perbedaan ketinggian permukaan hingga 3-4 meter yang berubah dengan cepat dan drastis.

"Ini masih merupakan tempat harapan baru bagi banyak orang," kata Sorondo, "tetapi ini juga merupakan jebakan maut."

Dengan suasana sedih saat itu, hanya satu pemikiran yang tersisa di kepala saya.

Pulau Pheasant mungkin menjadi catatan kaki sejarah yang terlupakan.

Tetapi di dunia kita ini yang beraneka ragam dan tidak dapat diprediksi akibat ketidaksepakatan perbatasan dan perampasan tanah, pulau itu adalah simbol perdamaian yang tidak boleh kita lupakan.

1
6

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini