Share

Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, Ditpolair Amankan Satu Nakhoda Speed Boat

Yohannes Tobing, Sindonews · Jum'at 05 Agustus 2022 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 340 2642614 gagalkan-perdagangan-orang-ke-malaysia-ditpolair-amankan-satu-nahkoda-speed-boat-CJUDrph32c.jpg Ilustrasi/ Foto: Yohannes tobing

BATAM - Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri menangkap seorang nahkoba kapal cepat (Speed Boat) atas nama Irwin Supriyandi dari perairan Pulau Balang, Batam yang akan berangkat menuju negara Jiran.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Pol Rustam Mansur mengatakan peristiwa ini terjadi pada 15 Juli silam di mana pelaku ditangkap saat hendak memperdagangkan orang ke negeri Malaysia

 BACA JUGA:Enam Bulan Terakhir, Sembilan Gunung Api di Indonesia Alami Erupsi

"Jadi untuk TPPO (tindak pidana perdagangan orang) jumlahnya delapan orang korban. Tujuh laki-laki dan satu perempuan. Jadi tujuannya untuk bekerja," kata Rustam di Mako Ditpolairud Korpolairud Baharkam Polri, Jakarta Utara.

Menurut Rustam, kasus ini bermula saat kapal Polair KP Anis Madu bernomor lambung 3009 yang sedang patroli laut menerima laporan soal pengiriman Pekerja Migran Indonesia ilegal menuju Malaysia.

 BACA JUGA:Satgas Covid-19 Sebut PPKM Berpotensi Naik Level

Tim patroli KP Anis Madu kemudian mendeteksi adanya satu unit speed boad yang sedang dalam proses menjemput PMI ilegal sebanyak delapan orang di sekitar perairan Pulau Balang.

Kemudian saat polisi melakukan penangkapan. Pelaku atau nakhoda dan ABK kapal cepat tersebut membekali diri mereka dengan air soft gun. Pembekalan ini sengaja untuk berjaga-jaga apabila aksi mereka diketahui petugas.

"Air soft gun untuk menakuti petugas, jadi digunakan untuk bertahan diri. Dari hasil pemeriksaan, para korban yang hendak dipekerjakan ke Malaysia ternyata memberikan uang panjer sebesar Rp5 juta kepada para pelaku," ucapnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Padahal dengan pemberian uang tersebut, para korban tidak dilengkapi dokumen resmi untuk bekerja di negara Malaysia yang telah diiming-imingi pelaku yang diketahui melakukan hal yang sama selama setahun.

 BACA JUGA:Breaking News! Prajurit TNI Tewas Tertembak di Pos Lani Jaya Papua

Atas perbuatannya, nakhoda speed boat yang terancam pasal berlapis terkait Undang-undang nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sebagaimana diubah dalam Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan hukuman 10 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini