Share

Serangan Balasan Israel ke Gaza, 10 Orang Meninggal Termasuk Pemimpin Kelompok Militan dan 75 Terluka

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 06 Agustus 2022 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 18 2643041 serangan-balasan-israel-ke-gaza-10-orang-meninggal-termasuk-pemimpin-kelompok-militan-dan-75-terluka-nn5fqq4eAx.jpg Israel serangan udara ke Gaza, 10 orang meninggal (Foto: AP)

GAZA - Sedikitnya 10 orang meninggal akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza, termasuk seorang komandan tinggi kelompok militan Palestina.

Pejabat kesehatan setempat mengatakan seorang gadis muda termasuk di antara yang tewas dengan puluhan lainnya terluka.

Perdana Menteri (PM) Israel Yair Lapid mengatakan operasi itu menyusul "ancaman langsung" Jihad Islam Palestina (PIJ) setelah penangkapan salah satu anggotanya awal pekan ini.

PIJ menembakkan lebih dari 100 roket ke Israel "sebagai tanggapan awal". Sebagian besar serangan dicegat oleh perisai pertahanan rudal Iron Dome Israel. Sirene terdengar di sejumlah kota Israel.

Baca juga:  Israel Tutup Penyeberangan ke Jalur Gaza Usai Serangan Roket Baru

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pihaknya melanjutkan serangan pada Jumat (5/8/2022) malam, menargetkan posisi militan.

Baca juga:  Serangan Udara Israel Hantam Gaza 3 Malam Berturut-turut

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari sebelumnya, Lapid mengatakan "Israel melakukan operasi kontra-teror yang tepat terhadap ancaman langsung".

IDF mengatakan telah menyerang situs-situs yang terkait dengan PIJ. Ini termasuk Menara Palestina yang menjulang tinggi di Kota Gaza, terkena ledakan keras yang meninggalkan asap mengepul dari gedung.

Pejabat kesehatan setempat mengatakan empat gerilyawan PIJ - termasuk Tayseer Jabari - dan seorang gadis berusia lima tahun termasuk di antara mereka yang tewas sejak serangan dimulai.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Mereka mengatakan sekitar 75 orang lainnya terluka. Seorang juru bicara militer Israel mengatakan IDF "dengan asumsi sekitar 15" militan telah tewas.

“Kami tidak tahu bagaimana ini akan terjadi tapi ini bisa memakan waktu. Ini bisa menjadi putaran [konflik] yang panjang dan sulit,” terang Menteri Dalam Negeri Israel Ayelet Shaked kepada Channel 12 News.

Sementara itu, saat erbicara saat berkunjung ke ibukota Iran, Teheran, Sekjen PIJ Ziyad al-Nakhala mengatakan pihaknya akan menanggapi dengan tegas agresi ini, dan akan ada pertarungan yang akan dimenangkan mereka.

"Tidak ada garis merah untuk pertempuran ini dan Tel Aviv akan berada di bawah roket perlawanan,” terangnya.

Adapun Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, mengatakan bahwa kelompok-kelompok bersenjata "bersatu" dalam pertempuran dan tidak akan tinggal diam.

Diketahui, pada Senin (1/8/2022) malam, Israel menangkap Bassem Saadi, yang dilaporkan sebagai kepala PIJ di Tepi Barat. Dia ditahan di daerah Jenin sebagai bagian dari serangkaian operasi penangkapan yang sedang berlangsung setelah gelombang serangan oleh orang-orang Arab dan Palestina Israel yang menewaskan 17 orang Israel dan dua orang Ukraina. Dua penyerang berasal dari distrik Jenin.

Setelah penangkapan Saadi, Israel meningkatkan langkah-langkah keamanan bagi masyarakat di dekat perbatasannya dengan Gaza, memperingatkan bahwa PIJ bermaksud menyerang warga sipil dan tentara. Penutupan jalan membuat kota-kota dan desa-desa di Israel selatan terhenti.

PIJ, yang didukung oleh Iran, bermarkas di Damaskus, Suriah, dan merupakan salah satu kelompok militan terkuat di Gaza. Ia bertanggung jawab atas banyak serangan, termasuk tembakan roket dan penembakan terhadap Israel.

Israel dan PIJ terlibat konflik lima hari pada November 2019 setelah pertempuran meletus menyusul pembunuhan oleh Israel terhadap seorang komandan PIJ yang menurut Israel sedang merencanakan serangan yang akan segera terjadi. Kekerasan tersebut menyebabkan 34 warga Palestina tewas dan 111 terluka, sementara 63 warga Israel membutuhkan perawatan medis.

Israel mengatakan 25 orang Palestina yang tewas adalah gerilyawan, termasuk mereka yang terkena serangan yang bersiap meluncurkan roket.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini