Share

Kronologi Siswa SD Dibunuh Paman saat Belajar di Kelas, Sebelumnya Pernah Dicekik

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 09 Agustus 2022 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 608 2644726 kronologi-siswa-sd-dibunuh-paman-saat-belajar-di-kelas-sebelumnya-pernah-dicekik-2WnHmS27l6.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

DELISERDANG - Pilu dirasakan orangtua SRB, siswa kelas VI SD yang dibunuh saat mengikuti pelajaran di sekolahnya di SD Yayasan Baiti Jannati, Jalan Murai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara pada Selasa (9/8/2022) pagi.

Bagaimana tidak, sang ibu yang kini bekerja di Malaysia harus menerima kabar buruk anaknya tewas dibunuh. Apalagi pelakunya pembunuhan itu diduga paman korban, saudara dari ibunya.

"Kami sudah memberitahukan peristiwa ini kepada ibunya (korban) yang saat ini ada di Malaysia. Dia sangat terpukul atas peristiwa ini," kata Wanda, kerabat korban.

Wanda menyebut pelaku pembunuhan itu diduga adalah Rahmat (32), paman korban. Sebelum aksinya hari ini, pelaku juga pernah mencekik korban.

 Baca juga: Siswa SD Tewas Ditikam Pamannya saat Belajar di Kelas, Polisi Buru Pelaku

"Kita juga enggak tahu alasannya berbuat begitu. Padahal ini keponakannya, masih anak-anak pula," sebutnya.

Wanda berharap agar pelaku segera ditangkap. "Kami mohon polisi segera menangkap pelaku agar korban dan keluarganya mendapatkan keadilan," pungkasnya.

SRB tewas dibunuh saat mengikuti pelajaran di sekolahnya, SD Yayasan Baiti Jannati, Jalan Murai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara pada Selasa (9/8/2022) pagi.

Rahmat datang ke sekolah dan masuk ke kelas korban serta langsung menikam korban.

"Kejadiannya sekitar pukul 7:30 WIB tadi. Sehabis apel, korban bersama anak-anak lainnya masuk kelas dan mulai belajar. Tiba-tiba pelaku masuk ke kelas dan langsung menikam perut korban. Korban langsung ambruk sementara pelaku melarikan diri," kata Waluyo, Ketua Yayasan Baiti Jannati.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Waluyo bersama Wali Kelas korban berusaha menolong korban dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namun setibanya di rumah sakti, korban dinyatakan meninggal dunia.

"Korban meninggal akibat luka tikaman di perutnya," kata Waluyo.

Kasus ini sendiri masih diselidiki polisi. "Kita masih lidik, terduga pelaku masih dalam pengejaran. Motifnya nanti baru kita tahu setelah terduga pelaku ditangkap," jelas Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Chandra Yudha Pranata.

Kronologi Siswa SD Dibunuh Paman saat Belajar di Kelas, Ibu Korban TKW di Malaysia

 

DELISERDANG - Pilu dirasakan orangtua SRB, siswa kelas VI SD yang dibunuh saat mengikuti pelajaran di sekolahnya di SD Yayasan Baiti Jannati, Jalan Murai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara pada Selasa (9/8/2022) pagi. 

 

Bagaimana tidak, sang ibu yang kini bekerja di Malaysia harus menerima kabar buruk anaknya tewas dibunuh. Apalagi pelakunya pembunuhan itu diduga paman korban, saudara dari ibunya. 

 

"Kami sudah memberitahukan peristiwa ini kepada ibunya (korban) yang saat ini ada di Malaysia. Dia sangat terpukul atas peristiwa ini," kata Wanda, kerabat korban. 

 

Wanda menyebut pelaku pembunuhan itu diduga adalah Rahmat (32), paman korban. Sebelum aksinya hari ini, pelaku juga pernah mencekik korban. 

 

"Kita juga enggak tahu alasannya berbuat begitu. Padahal ini keponakannya, masih anak-anak pula," sebutnya. 

 

Wanda berharap agar pelaku segera ditangkap. "Kami mohon polisi segera menangkap pelaku agar korban dan keluarganya mendapatkan keadilan," pungkasnya. 

 

SRB tewas dibunuh saat mengikuti pelajaran di sekolahnya, SD Yayasan Baiti Jannati, Jalan Murai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara pada Selasa (9/8/2022) pagi. 

 

Rahmat datang ke sekolah dan masuk ke kelas korban serta langsung menikam korban. 

 

"Kejadiannya sekitar pukul 7:30 WIB tadi. Sehabis apel, korban bersama anak-anak lainnya masuk kelas dan mulai belajar. Tiba-tiba pelaku masuk ke kelas dan langsung menikam perut korban. Korban langsung ambruk sementara pelaku melarikan diri," kata Waluyo, Ketua Yayasan Baiti Jannati. 

 

Waluyo bersama Wali Kelas korban berusaha menolong korban dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namun setibanya di rumah sakti, korban dinyatakan meninggal dunia. 

 

"Korban meninggal akibat luka tikaman di perutnya," kata Waluyo. 

 

Kasus ini sendiri masih diselidiki polisi. "Kita masih lidik, terduga pelaku masih dalam pengejaran. Motifnya nanti baru kita tahu setelah terduga pelaku ditangkap," jelas Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Chandra Yudha Pranata. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini