Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Negara yang Dijajah Jepang Selain Indonesia, Salah Satunya Adidaya Dunia

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Kamis, 11 Agustus 2022 |06:05 WIB
3 Negara yang Dijajah Jepang Selain Indonesia, Salah Satunya Adidaya Dunia
Patung budak seks yang dipasang di depan Kedutaan Jepang di Seoul, Korea Selatan pada 2015. (Foto: Reuters)
A
A
A

2. China

China, yang saat ini dianggap sebagai salah satu adidaya dunia, juga pernah merasakan penjajahan Jepang. Melansir Sindonews, invasi Jepang ke Negeri Tirai Bambu itu diawali dengan masuknya Jepang ke Manchuria dan mendirikan Manchukuo sebagai negara boneka selama 6 bulan. Adapun periode pendudukan Jepang di China terbilang cukup lama, yakni selama 14 tahun (1931-1945) dan berakhir saat Jepang kalah dalam Perang Dunia II pada 1945.

Sementara itu, perlakuan tentara Jepang yang paling ganas di China adalah pembantaian Nanking pada 1937. Peristiwa yang masuk dalam kategori genosida itu menyebabkan 40 ribu sampai 300 ribu masyarakat sipil China menjadi korban kebengisan tentara Jepang. Selain dibantai, banyak perempuan yang juga menjadi korban pelecehan seksual, termasuk pemerkosaan.

3. Myanmar

Selain Indonesia, Myanmar adalah negara lain di Asia Tenggara yang merupakan bekas jajahan Jepang. Sejarah mencatat, Jepang menduduki Myanmar pada tahun 1942 sampai 1945. Invasi Jepang tersebut berhasil meruntuhkan kekuasaan Inggris yang sudah berkuasa sejak 1886 di Myanmar. Setelah kekuasaan Jepang berakhir, Inggris kembali mengambil alih Myanmar hingga tahun 1948.

Dalam Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi bertajuk ‘Gerakan Mahasiswa dalam Kemelut Politik di Myanmar: Pergulatan Mewujudkan Kebebasan’ (2014), diketahui bahwa masyarakat Myanmar jelas melakukan perlawanan terhadap dominasi Jepang, sama seperti negara-negara lainnya. Bahkan, dua kelompok dengan aliran kontras (radikal dan konservatif) berhasil bersatu guna melawan Jepang. Keduanya melebur dalam organisasi bernama Anti-Facist Organization, meskipun tidak berlangsung lama.

Satu rahasia yang kemudian terkuak adalah, beberapa tokoh mahasiswa Myanmar rupanya sudah melakukan kontak rahasia dengan pemerintah Jepang sejak 1941. Tokoh mahasiswa itu mendapat pelatihan secara militer dengan harapan mampu menjadi penggerak massa dalam melakukan perlawanan kepada pihak Inggris. Kelompok ini dipimpin Aung San dan dikenal dengan nama Komrad 30.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement