Share

Terkena Ledakan Bom Bunuh Diri yang Disembunyikan di Kaki Palsu, Ulama Afghanistan Meninggal

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 12 Agustus 2022 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 18 2646541 terkena-ledakan-bom-bunuh-diri-yang-disembunyikan-di-kaki-palsu-ulama-afghanistan-meninggal-8mO1qRvukJ.jpg Seorang ulama Afghanistan dilaporkan meninggal usai terkena ledakan bom bunuh diri di Kabul (Foto: BBC)

KABUL - Seorang ulama Afghanistan terkemuka yang mendukung Taliban dan mendukung pendidikan perempuan Sheikh Rahimullah Haqqani dilaporkan meninggal dalam ledakan bom bunuh diri di Kabul.

Berbicara kepada Reuters, sumber-sumber Taliban mengatakan pemimpin agama itu menjadi sasaran seorang pria yang meledakkan bahan peledak yang disembunyikan di dalam kaki palsu.

Kelompok Negara Islam (IS), yang sebelumnya menargetkan ulama tersebut, mengaku bertanggung jawab atas pengeboman dengan mengatakan itu terjadi di dalam kantornya.

 Baca juga: Direktur FBI Ungkap Keprihatinan Soal Potensi Serangan Teroris Terhadap AS dari Afghanistan

Menurut laporan lokal, serangan itu terjadi di sebuah seminari Islam di ibukota Afghanistan.

Baca juga:  Taliban Selidiki Klaim AS Tentang Kematian Pimpinan Al Qaeda di Kabul

Sheikh Haqqani adalah pendukung pemerintah Taliban Afghanistan dan kritikus terkemuka dari kelompok militan jihad Negara Islam Provinsi Kohrasan (IS-K), afiliasi regional IS yang beroperasi di Afghanistan dan menentang kekuasaan Taliban.

Dia adalah salah satu tokoh profil tertinggi yang terbunuh di negara itu sejak Taliban kembali berkuasa tahun lalu.

"Ini kerugian yang sangat besar bagi Imarah Islam Afghanistan," kata seorang pejabat senior Taliban kepada kantor berita Reuters, menambahkan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki siapa yang berada di balik serangan itu.

Meski memiliki nama yang sama, dia tidak terkait dengan jaringan kelompok militan Haqqani Afghanistan.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Pemimpin agama itu sebelumnya telah mengeluarkan fatwa, atau keputusan agama, untuk mendukung pendidikan perempuan - sebuah isu kontroversial di Afghanistan.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC Secunder Kermani awal tahun ini, ia berpendapat bahwa perempuan dan anak perempuan Afghanistan harus dapat mengakses pendidikan.

"Tidak ada pembenaran dalam [hukum] syariah untuk mengatakan pendidikan perempuan tidak diperbolehkan. Tidak ada pembenaran sama sekali,” terangnya.

"Semua buku agama telah menyatakan pendidikan perempuan diperbolehkan dan wajib, karena, misalnya, jika seorang wanita sakit, di lingkungan Islam seperti Afghanistan atau Pakistan, dan membutuhkan pengobatan, jauh lebih baik jika dia dirawat oleh seorang wanita. Dokter,” lanjutnya.

Di semua kecuali beberapa provinsi di negara itu, sekolah menengah perempuan telah diperintahkan untuk tetap ditutup oleh Taliban.

Sheikh Haqqani sebelumnya selamat dari dua upaya pembunuhan, yang terbaru pada 2020 ketika ISIS mengaku bertanggung jawab atas ledakan di sebuah sekolah agama di kota Peshawar, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya tujuh orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini