Share

Profil Salman Rushdie, Penulis Kontroversial 'Ayat-Ayat Setan'

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 13 Agustus 2022 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 18 2647144 profil-salman-rushdie-penulis-kontroversial-ayat-ayat-setan-pPARtJuXxi.jpg Penulis Salman Rushdie ditikam (Foto: Reuters)

NEW YORK - Salman Rushdie merupakan penulis kelahiran India. Dalam kariernya selama lima dekade, dia banyak mendapat ancaman pembunuhan karena novel-novelnya.

Banyak bukunya sangat berhasil, dan novel keduanya ‘Midnight's Children’ (Anak-Anak Tengah Malam), meraih Booker Prize pada 1981.

Namun novel keempatnya, ‘The Satanic Verses’ (Ayat-ayat Setan), yang diterbitkan pada 1988 adalah karya Rushdie yang paling kontroversial. Dia mendapatkan banyak ancaman pembunuhan karena buku ini dianggap menyinggung umat Muslim.

Baca juga: Penulis 'Ayat-Ayat Setan' Salman Rushdie Ditikam, Dunia Internasional Mengecam Keras

Akibat berbagai ancaman terhadap nyawanya, Rushdie terpaksa bersembunyi dan pemerintah Inggris menempatkannya di bawah perlindungan polisi.

Baca juga: Penulis 'Ayat-Ayat Setan' Salman Rushdie Bergantung pada Ventilator dan Tidak Bisa Bicara Usai Ditikam

Dikutip BBC, Pemerintah Inggris dan Iran memutus hubungan diplomatik namun para penulis Barat mengecam ancaman kebebasan berekspresi.

Bahkan, Pemimpin Spiritual Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pernah mengeluarkan fatwa yang menyerukan pembunuhan Rushdie pada 1989 - satu tahun setelah novel itu diterbitkan.

Salman Rushdie lahir di Bombay, dua bulan sebelum kemerdekaan India dari Inggris. Ia berasal dari keluarga Muslim namun kemudian menyebut dirinya "ateis garis keras".

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pada usia 14 tahun, ia dikirim ke Inggris dan mendapatkan gelar sarjana sejarah di Kings College, Cambridge. Ia kemudian menjadi warga negara Inggris.

Di Inggris, dia sempat menjadi aktor dan kemudian menjadi penulis iklan sambil menulis novel.

Ketika ‘Ayat-Ayat Setan’ diterbitkan dan menimbulkan kecaman dari dunia Muslim karena dianggap sebagai penistaan agama, India adalah negara pertama yang melarang novel tersebut, diikuti dengan Pakistan dan berbagai negara Muslim lain.

Novel ini dipuji sejumlah pihak dan memenangkan penghargaan Whitbread. Namun kecaman terhadap buku ini semakin meningkat dan dua bulan kemudian setelah penerbitan, banyak aksi protes di jalan-jalan.

Salah satu hal yang dianggap penghujatan adalah karakter dua perempuan penghibur dalam buku itu dinamai sesuai dengan nama istri-istri Nabi Muhammad.

Pada Januari 1989, warga Muslim di Bradford, Inggris membakar buku tersebut dan toko buku WHSmith menghentikan pajangan buku.

Rushdie sendiri menolak tudingan bahwa buku itu penghujatan.

Pada Februari 1989, sejumlah orang meninggal dalam kerusuhan anti-Rushdie. Di Teheran, Kedutaan Inggris dilempari batu.

Di Inggris sendiri, sejumlah pemuka Muslim mendesak warga menahan diri sementara yang lainnya mendukung Ayatollah.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS), Prancis dan negara-negara Barat lain mengecam ancaman hukuman mati itu.

Rushdie sendiri - yang saat ini masih dalam persembunyian bersama istrinya dan dilindungi polisi - menyatakan penyesalan mendalam karena menyebabkan kemarahan. Namun Ayatollah kembali menyerukan agar penulis ini pantas mati.

Tetapi novel ini laris dibeli di Inggris dan AS. Bukan Rushdie saja yang mendapatkan ancaman karena novel kontroversial itu.

Penerjemah ‘Ayat-Ayat Setan’ dalam bahasa Jepang ditemukan meninggal di universitasnya pada Juli 1991.

Polisi mengatakan penerjemah Hitoshi Igarashi, yang bekerja sebagai asisten profesor perbandingan budaya, ditusuk beberapa kali di luar kantornya di Universitas Tsukuba.

Pada bulan yang sama, penerjemah Italia, Ettore Capriolo, ditikam di apartemennya di Milan, namun masih bisa selamat.

Fatwa hukuman mati terhadap Rushdie dihentikan secara resmi oleh Iran pada 1998.

Buku-buku Rushdie lain mencakup novel untuk anak-anak ‘Haroun and the Sea of Stories’ (1990), buku tentang esai, ‘Imaginary Homelands’ (1991). Kemudian novel, ‘East, West’ (1994), ‘The Moor's Last Sigh’ (1995), ‘The Ground Beneath Her Feet’ (1999), dan ‘Fury’ (2001).

Dalam dua dekade terakhir ia telah menerbitkan ‘Shalimar the Clown’, ‘The Enchantress of Florence’, ‘Two Years Eight Monthsand Twenty-Eight Nights’, ‘The Golden House’, serta ‘Quichotte’.

Rushdie telah menikah empat kali dan memiliki dua anak. Ia kini tinggal di AS dan mendapat gelar pada 2007 karena jasanya dalam bidang kesasteraan.

Pada 2012, ia menerbitkan ‘Joseph Anton: A Memoir’, buku tentang kehidupannya setelah terbitnya ‘The Satanic Verses’.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini