Share

Seorang Kakek di Malang Tewas Tertabrak Kereta Api Penataran Setelah Buang Air di Sungai

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 13 Agustus 2022 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 519 2647164 seorang-kakek-di-malang-tewas-tertabrak-kereta-api-penataran-setelah-buang-air-di-sungai-acPw19bUsS.jpg Seorang kakek di Malang tewas tertabrak kereta api, Sabtu (13/8/2022)/Avirista Midaada

MALANG - Rangkaian Kereta Api (KA) Penataran menabrak seorang pejalan kaki yang tengah melintasi rel di Kelurahan Cepokomulyyo, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Peristiwa ini terjadi pada hari ini, Sabtu (13/8/2022) sekira pukul 07.57 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, korban bernama Sumarlin (84) warga Jalan Anggrek RT 14 RW 02, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dari keterangan warga sekitar, korban baru saja kembali dari buang air besar di sungai yang ada di bawah jembatan rel kereta api.

Manajer Humas KAI DAOP 8 Surabaya Lukman Arief membenarkan adanya kejadian orang tertabrak kereta api yang melintas pada Sabtu pagi (13/8/2022).

Menurutnya kecelakaan terjadi di rel kereta api KM 70+0/1 petak jalan Stasiun Kepanjen - Ngebruk, Kabupaten Malang.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Korban menyeberangi rel tanpa melihat kanan kiri tak menyadari adanya KA Penataran dengan nomor 367 relasi Surabaya - Blitar, melaju dari utara me selatan," ucap Lukman saat dikonfirmasi pada Sabtu pagi (13/8/2022).

Dikarenakan jarak yang terlalu dekat KA Penataran ini langsung menabrak tubuh korban hingga terpental dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Selanjutnya pemeriksaan lokomotif dan sarana prasarana kereta apinya sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

"Setelah dilakukan pemeriksaaan Lokomotif dan sarana, dan dinyatakan dalam kondisi baik, 08.10 rangkaian KA melanjutkan perjalanan dari lokasi kejadian," ungkap dia.

Sementara jasad korban dievakuasi oleh kepolisian berkoordinasi dengan Babinsa dan perangkat Kelurahan Cepokomulyo, Kepanjen ke RSUD Kepanjen untuk menjalani visum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Lukman mengimbau warga tidak beraktivitas di sepanjang rel kereta api.

"Masyarakat supaya tidak beraktivitas di jalur KA, karena sangat membahayakan, baik bagi perjalanan KA ataupun warga itu sendiri," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini