Share

Ibu dan Anak di Tulungagung Tewas Tenggak Racun Tikus

Solichan Arif, Koran Sindo · Senin 15 Agustus 2022 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 519 2648198 ibu-dan-anak-di-tulungagung-tewas-tenggak-racun-tikus-OMi6IHKi9b.jpg Ibu dan anak di Tulungagung tewas tenggak racung tikus. (Ilustrasi/Freepik)

TULUNGAGUNG - Seorang ibu dan anak di Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ditemukan tewas di kamar rumah.

Dari penyelidikan, aparat Polres Tulungagung menduga kematian perempuan berinisial YM (43) dan putranya yang masih berusia 5 tahun itu akibat bunuh diri menenggak racun tikus. Sebab di lokasi kejadian, polisi menemukan dua bungkus racun tikus yang sudah kosong, gelas, dan sendok.

“Dari penyelidikan sementara diduga bunuh diri meminum racun tikus,” ujar Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mohammad Ansori kepada wartawan Senin (15/8/2022).

Peristiwa itu pertama kali diketahui salah satu tetangga korban yakni Sariyah pada Senin pagi (15/8) pukul 07.30 WIB. Saksi merasa penasaran melihat pintu rumah korban masih tertutup dengan lampu yang menyala.

Saksi mengira korban ketiduran. Ia pun berniat membangunkan. Sebab korban biasanya rutin mengantar anaknya pergi ke sekolah. Saat menyentuh pintu rumah, ternyata pintu dalam keadaan tidak terkunci.

Begitu masuk rumah, kepada petugas saksi mengaku melihat korban dan anaknya sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Korban meninggal dalam posisi telentang. Sedangkan anaknya dalam posisi miring ke kanan,” ujar Ansori.

BACA JUGA: Gagal Nenggak Racun Tikus, Pria Ini Nekat Nyebur Sumur 

Diduga, korban lebih dulu mencekoki anaknya dengan minuman yang sudah tercampur racun tikus. Setelah itu giliran dirinya hingga meregang nyawa. Menurut Ansori, dalam penyelidikan, petugas tidak menemukan jejak bekas kekerasan pada jasad kedua korban.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Motif kenekatan korban mengakhiri hidup yang membawa serta anaknya diduga karena depresi.

“Diduga motifnya depresi. Dalam penyelidikan tidak ditemukan tanda bekas kekerasan,” kata Ansori.

Dalam kasus ini pihak keluarga menolak jenazah korban diautopsi. Pihak keluarga memilih langsung memakamkan jenazah keduanya.

Sementara dari data yang dihimpun, sejak berhenti menjadi buruh migran (TKW) beberapa tahun lalu, korban tidak memiliki pekerjaan tetap.

Sehari-hari korban tinggal bersama putra bungsunya. Sedangkan dua anaknya yang lain ikut mantan suaminya yang tinggal di Blitar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini