PERJUANGAN kemerdekaan Indonesia tidak hanya dilakukan di pusat kota. Dari Sabang sampai Merauke, semua berjuang untuk membela dan mempertahankan Tanah Air.
Dari sekian banyak kota di Indonesia, terdapat beberapa kota yang menjadi titik perjuangan. Keberadaannya menjadi sentral karena digunakan para pejuang sebagai pusat pemerintahan, perundingan, hingga perangan. Kota-kota tersebut menjadi saksi bisu perjuangan bangsa.
Kota apa saja itu? Berikut kota-kota di Indonesia yang jadi titik sentral perjuangan kemerdekaan Indonesia.
1. Surabaya
Pertempuran 10 November 1945 menjadi bukti heroisme masyarakat Surabaya dalam melawan Sekutu. Peristiwa yang terjadi selama tiga minggu itu menimbulkan kerugian besar bagi Surabaya, terlebih lagi pihak Surabaya harus menerima kekalahan. Namun begitu, Pertempuran 10 November menjadi bukti dari semangat arek-arek Surabaya. Dengan pidato Bung Tomo yang berapi-api, masyarakat Surabaya rela mengorbankan nyawanya demi mengusir para penjajah. Pertempuran itulah yang menjadi cikal bakal Hari Pahlawan Nasional.
Kota Surabaya juga tidak dapat lepas dari insiden Hotel Yamato yang menjadi saksi bisu dari perjuangan Indonesia. Berbondong-bondong rakyat Surabaya menyerbu dan memanjat bangunan tersebut. Hal ini dilakukan tak lain dan tak bukan adalah untuk menyobek warna biru pada bendera Belanda di tiang bendera yang terdapat pada menara hotel.
2. Bandung
Lagu Halo-Halo Bandung yang sering dinyanyikan pada masa sekolah menceritakan tentang peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 23 Maret 1946. Pembumihangusan Bandung menjadi aksi heroik di mana pasukan Tentara Republik Indonesia memilih untuk membakar dan meledakkan bangunan-bangunan di Bandung. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mencegah tentara Sekutu, yang diboncengi tentara NICA Belanda, menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer.
3. Jakarta
Sebagai ibu kota, Jakarta menyimpan banyak kenangan sejak masa penjajahan dan menjadi titik sentral perjuangan kemerdekaan Indonesia. Banyak bangunan bersejarah yang menjadi bukti dari perjuangan para pahlawan, salah satunya Museum Kebangkitan Nasional. Museum Kebangkitan Nasional merupakan bangunan bekas STOVIA, sekolah kedokteran pribumi pada masa Hindia Belanda yang telah melahirkan banyak pejuang dan tokoh pergerakan.