Tidak hanya itu, Sumpah Pemuda yang menjadi bukti semangat juang para pemuda Indonesia dalam menyatukan tanah air juga terjadi di kota ini. Kejadian bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di tahun 1945 pun terlaksana di Jakarta.
4. Bukittinggi
Selain Yogyakarta, Bukittinggi juga pernah menjadi ibu kota Indonesia. Saat Yogyakarta diduduki Belanda, Bukittinggi dijadikan ibu kota Pemerintahan Darurat Indonesia dari Desember 1948 sampai Juni 1949.
Pemilihan ini bukan tanpa alasan. Kota Bukittinggi dikelilingi oleh benteng alam, seperti Gunung Marapi di barat, Gunung Singgalang di selatan, serta Lembah Sianok di utara dan barat. Benteng-benteng alam inilah yang mampu melindungi ibu kota dari serangan Belanda. Terlebih lagi ada Sjafruddin Prawiranegara di sana yang sudah memang sudah dipersiapkan untuk memimpin Pemerintahan Darurat.
5. Yogyakarta
Sebagai daerah istimewa, Yogyakarta menjadi lokasi dari banyak sejarah. Kota ini sempat menjadi ibu kota Indonesia sebelum kembali lagi ke Jakarta. Yogyakarta dipilih karena dinilai paling aman. Hal itu dikarenakan Belanda menghormati Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualam. Selain itu, infrastruktur Yogya juga paling memadai untuk dijadikan ibu kota.
Status ibu kota pada Yogya ini juga yang memicu Serangan Umum 1 Maret. Belanda yang saat itu ingin menguasai kembali Indonesia berusaha untuk menduduki ibu kota, maka dari itu Yogyakarta menjadi sasarannya. Serangan Umum 1 Maret menjadi momentum yang membanggakan bagi Indonesia di mana pasukan Indonesia berhasil merebut kembali Yogyakarta dari tangan Belanda. (Diolah dari Berbagai Sumber/Litbang MPI/Mirsya Anandari Utami)
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.