Share

Dikejar Satpol PP, Puluhan Pelajar SMK Kocar-Kacir Masuk Rumah Warga

Jefli Oktari, MNC Portal · Kamis 18 Agustus 2022 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 340 2650157 dikejar-satpol-pp-puluhan-pelajar-smk-kocar-kacir-masuk-rumah-warga-EGzlZq2CGX.jpg Ilustrasi okezone

BUKITTINGGI - Puluhan pelajar SMK memasuki sebuah rumah warga di Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Pemilik rumah bernama Megi Jarot (29) mengaku terkejut saat kediamannya dimasuki puluhan pelajar.

(Baca juga: Viral! Sekelompok Wanita Cantik Keroyok Seorang Perempuan saat Reunian di Kafe)

“Kasur dalam kamar orangtua dan kamar lantai atas rumah diinjak-injak oleh para pelajar, gagang pintu depan rumah ikut rusak beserta pintu kamar lantai atas,” ujar Megi, Kamis (18/8/2022).

Diketahui, rumahnya tersebut berada di depan SMKN 1 Bukittinggi. "Saat itu adik saya Irvan Maulana (23) dalam keadaan sakit dan sedang tidur di lantai atas rumah. Dan orangtua sedang berbelanja ke pasar sehingga rumah tidak saya kunci sebab jika dikunci orang tua nanti tidak bisa masuk ketika pulang dari pasar," ungkapnya.

Saat kejadian, dia melihat puluhan pelajar SMK ramai sembari bersorak-sorai sebelum masuk ke rumahnya. Mereka masuk ke rumahnya karena dikejar Satpol PP.

"Setelah sampai di jalan raya saya lihat ada mobil Satpol PP dengan personel perempuan semuanya sembari mengejar para pelajar itu," imbuhnya.

"Sesampai di rumah saya kaget dan panik karena ada puluhan pelajar dalam rumah. Dan sebagian pelajar ini berhamburan melihat saya masuk," ujarnya.

"Saya melihat kondisi kamar orang tua kasurnya dipijak-pijak dan ada jejak sepatu begitu juga kamar saya. Dan galon air minum jatuh berserakan. HP kebetulan dibelakang lemari dan saya simpan lalu gagang pintu depan patah," sambungnya.

Karena panik, Megi mengaku membangunkan Irvan yang masih tidur di lantai atas untuk memberitahu ada pelajar yang memasuki rumah.

"Adik saya bangun dan langsung mengejar. Dan saya cek dalam dapur juga masih ada yang sembunyi dan di kamar atas serta dalam kamar mandi. Saat itu saya ngamuk dan pukul, mereka lari. Ada sekitar 40 orang,” ujarnya.

Selanjutnya, ia bersama adiknya mengejar sampai keluar rumah dan ketemu sembunyi dekat gang SMK. "Saat itu mereka lari kedalam sekolah itu dan terkesan disembunyikan oleh guru disana," sebutnya.

Dia mengaku atas kejadian itu tidak ada barang dalam rumah yang hilang. "Hanya kasur berantakan, gagang pintu rusak. Selain itu, telapak kaki saya dan adik mengalami luka karena mengejar pelaku," ujarnya.

Megi hanya berharap pelaku meminta maaf dan memperbaiki kerusakan pintu yang rusak. Pihaknya tidak bakal menempuh jalur hukum karena masih merasa iba dengan para pelajar itu. "Saya hanya ingin mereka meminta maaf dan memperbaiki kerusakan yang pada rumah saya," pungkasnya.

Terpisah, Kepsek SMKN 1 Bukittinggi Muhammad Dinin mengaku sampai saat ini belum ada laporan terkait dengan berita itu dari pemilik rumah.

Menurutnya, belum tentu juga semuanya siswa dari SMKN 1 Bukittinggi dan kemungkinan ada juga siswa dari sekolah lain.

"Kalau memang ada siswa kita tentu akan dilakukan pembinaan dengan memanggil orangtua dan untuk mempertanggungjawabkan," tuturnya.

Kasat Pol PP Bukittinggi, Efriadi membenarkan dan menyatakan bahwa kegiatan itu rutin dilakukan di hari Jumat.

Dia mengatakan pelajar ini lari dan sembunyi masuk dalam rumah warga dan dipukul karena mungkin dikira maling.

"Pelajar ini lari dan tidak ada dapat ketika personel perempuan Satpol untuk mengimbau masyarakat dan pelajar supaya melaksanakan sholat Jumat," sebutnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini