Share

Dianggap Kurang Bukti, Paus Tolak Penyelidikan Pelecehan Seksual Kardinal Paling Berkuasa di Vatikan

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 19 Agustus 2022 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 18 2650600 dianggap-kurang-bukti-paus-tolak-penyelidikan-pelecehan-seksual-kardinal-paling-berkuasa-di-vatikan-fyulTCVXm3.jpg Paus Fransiskus dan Kardinal Kanada (Foto: Reuters)

VATIKAN - Vatikan mengatakan tidak akan menyelidiki tuduhan pelanggaran seksual terhadap salah satu kardinal utamanya karena tidak cukup barang bukti.

Kardinal Kanada Marc Ouellet disebutkan dalam gugatan class action yang menuduh 80 anggota klerus melakukan kekerasan seksual di provinsi asalnya Quebec, Kanada.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (18/8/2022), Vatikan mengatakan tidak ada cukup alasan dan bukti untuk mengeluarkan penyelidikan kanonik - yang melihat apakah hukum Gereja Katolik telah dilanggar - terhadap Kardinal Ouellet.

Seperti diketahui, seorang bekas pegawai agang keuskupan menuduh Kardinal secara tidak pantas menyentuhnya di acara-acara publik antara 2008 dan 2010.

Baca juga: Kelompok Baptis Terbesar di Dunia Dituduh Sembunyikan Pelecehan Seksual yang Dilakukan Pendeta Selama Bertahun-tahun

Kardinal Ouellet belum mengomentari tuduhan tersebut. Kardinal tidak menghadapi tuduhan kriminal dan tuduhan tersebut belum diuji di pengadilan.

Baca juga:  Pastor Katolik Jerman Dituduh Lakukan 6.000 Kasus Pelecehan Seksual, 610 Anak-Anak Jadi Korban

Tuduhan itu muncul dalam pernyataan klaim yang diajukan pada Selasa (16/8/2022) di Kanada terhadap keuskupan Katolik Quebec.

Wanita, yang diidentifikasi dengan inisial F dalam gugatan, menuduh Kardinal Ouellet secara tidak tepat menggosok bahunya, memeluknya, mencium pipinya dan menyelipkan tangannya ke punggungnya, dekat dengan pantatnya, semua tanpa persetujuannya.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Menurut pengajuan tersebut, keluhannya juga diajukan langsung ke Vatikan pada Januari 2021, dengan seorang pendeta yang ditugaskan untuk memeriksanya.

Pengacara wanita itu mengatakan kliennya "sangat kecewa" dengan penolakan Vatikan untuk menyelidiki tuduhan itu.

"Langkah selanjutnya adalah membuktikannya di pengadilan sipil alih-alih pengadilan hukum kanonik," kata pengacara Justin Wee kepada BBC dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan Vatikan tidak menghubungi kliennya untuk menginformasikan keputusannya mengenai Kardinal Ouellet sebelum pengumuman pada Kamis (18/8/2022).

Gugatan perdata mewakili lebih dari 101 orang secara total yang menuduh mereka diserang secara seksual oleh kelompok pendeta di Quebec.

Klaim paling awal berasal dari 1940. Beberapa penggugat menyatakan bahwa mereka masih di bawah umur ketika penyerangan terjadi.

Kardinal Ouellet adalah anggota Gereja Katolik Roma paling terkemuka yang disebutkan dalam gugatan itu.

Dia adalah salah satu kardinal paling berkuasa di Vatikan dan merupakan calon Paus selama pemilihan Paus terakhir.

Sejak 2010, ia menjabat sebagai kepala Kongregasi untuk Uskup, yang memberi nasihat kepada Paus dalam mengangkat uskup secara global.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini