Share

Bunuh dan Penggal Kepala Sandera, Militan ISIS Dihukum 8 Kali Penjara Seumur Hidup

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 20 Agustus 2022 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 20 18 2651153 bunuh-dan-penggal-kepala-sandera-militan-isis-dihukum-8-kali-penjara-semur-hidup-Qi8sbiDvpI.jpg Militan ISIS dihukum 8 kali penjara seumur hidup usai bunuh dan penggal kepala sandera warga AS (Foto: Departemen Kehakiman AS)

INGGRIS - Seorang militan kelompok Negara Islam (ISIS atau IS) dari Inggris telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan Amerika Serikat (AS) karena keterlibatannya dengan sel teror.

El Shafee Elsheikh, 34, dihukum pada April lalu karena penyanderaan, konspirasi untuk membunuh warga AS dan mendukung organisasi teroris.

Berbicara kepada warga London kelahiran Sudan itu, hakim menyebut tindakannya "mengerikan, biadab, brutal, dan kriminal".

Pada persidangan April lalu, 12 orang juri berunding selama kurang dari enam jam selama dua hari sebelum memutuskan Elsheikh bersalah.

Baca juga: Culik hingga Bunuh Sandera, Jihadis ISIS El Shafee Elsheikh Divonis Bersalah Usai Persidangan Selama 11 Hari

Pengadilan yang cukup melelahkan yang digelar selama 11 hari itu melibatkan kesaksian dari mantan sandera dan anggota keluarga mereka. Di mimbar pengadilan, mereka menggambarkan Elsheikh sebagai unit kohesif yang menikmati kebrutalan.

Elsheikh dan anggota militan lainya itu dijuluki ‘The Beatles’ karena aksen Inggris yang dimiliki mereka.

Baca juga: Pentolan Kelompok ISIS Ledakkan Diri Setelah Dikepung Pasukan Suriah

Saksi menceritakan dipukul secara acak, dijuluki nama anjing dan dipaksa untuk menyanyikan parodi dari lagu pop Eagles "Hotel California" berjudul "Hotel Osama".

Elsheikh telah dijatuhi hukuman delapan kali hukuman seumur hidup, tanpa opsi untuk pembebasan bersyarat.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Dia menolak tawaran hakim untuk memberikan komentar sebelum hukuman dijatuhkan. Dia pun tetap memilih sikap diam hingga saat ii.

Dia sempat mengajukan permintaan, yakni tidak ingin dikirim ke ADX di Colorado, penjara supermax yang menyediakan tingkat penahanan yang lebih tinggi dan lebih terkontrol daripada penjara dengan keamanan maksimum. Narapidana di sana sebagian besar ditahan di sel isolasi.

Elsheikh adalah pejuang IS profil tertinggi yang diadili di AS. Tindakannya dinilai telah mengakibatkan kematian empat sandera AS. Wartawan James Foley dan Steven Sotloff serta pekerja bantuan Kayla Mueller dan Peter Kassig semuanya diculik dan dibunuh oleh Elsheikh.

Terkait hal ini, keluarga korban sandera mengungkapkan rasa terima kasih dan kekecewaan atas hasilnya. Berdiri di luar gedung pengadilan pada Jumat (19/8/2022), ibu James Foley, Diane, menyebut hukuman itu sebagai "kemenangan kosong," tetapi mengatakan bahwa itu menunjukkan bahwa "keadilan AS akan menemukan Anda di mana pun Anda berada".

"Negara kami telah kehilangan empat warganya yang terbaik. Kami keluarga kehilangan orang yang dicintai selamanya," katanya, dikutip BBC.

Hukuman itu dijatuhkan saat peringatan delapan tahun kematian Foley. Diane mengatakan kepada BBC bahwa ketika dia pertama kali mendengar tentang kematian putranya, dia mengira itu adalah "lelucon yang kejam".

Para sandera mengatakan Elsheikh adalah bagian dari sel terkenal yang dijuluki "The Beatles" - diambil dari nama band - karena aksen Inggris mereka.

Tiga anggota IS lainnya- Elsheikh, Alexanda Kotey dan Mohammed Emwazi - yang dikatakan sebagai bagian dari kelompok itu semuanya tumbuh di London barat dan secara sukarela berjuang untuk kelompok Negara Islam di Suriah. Mereka akhirnya menjaga sandera Barat.

Pihak berwenang AS mengatakan kelompok itu memenggal 27 sandera.

Elsheikh adalah satu-satunya dari tiga militan yang diadili di AS, setelah Kotey mengaku bersalah atas tuduhan September lalu dan Emwazi tewas dalam serangan pesawat tak berawak 2015 di Suriah.

Elsheikh telah mengajukan banding dan mendiskualifikasi pengacaranya, yang berarti dia mengklaim dia tidak mendapatkan pengadilan yang adil.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini