Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penembakan di Pusat Perbelanjaan, 1 Orang Meninggal dan 2 Terluka, Pelaku Diduga Remaja 15 Tahun

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 20 Agustus 2022 |11:16 WIB
Penembakan di Pusat Perbelanjaan, 1 Orang Meninggal dan 2 Terluka, Pelaku Diduga Remaja 15 Tahun
Penembakan terjadi di pusat perbelanjaan di Swedia (Foto: Johan Nilsson/TT)
A
A
A

SWEDIAPolisi mengatakan seorang pria meninggal dan dua orang terluka setelah penembakan di sebuah pusat perbelanjaan di Swedia.  Salah satu korban seorang wanita dirawat di rumah sakit (RS) karena kondisinya cukup kritis.

Media penyiaran Swedia TV4 melaporkan orang-orang di pusat perbelanjaan Emporia di kota selatan Malmo melarikan diri dengan panik setelah mendengar sekitar 20 tembakan dilepaskan.

Polisi telah menangkap seorang remaja laki-laki diperkirakan berusia 15 tahun dan diyakini penembakan itu terkait dengan ketegangan geng.

Dikutip BBC, penembakan itu terjadi ketika Swedia bersiap untuk pemilihan umum bulan depan, ketika kekerasan geng menjadi perhatian utama pemilih.

Swedia masih memiliki salah satu tingkat pembunuhan senjata tertinggi di Eropa.

Sebuah laporan resmi pemerintah Swedia yang diterbitkan tahun lalu menyatakan bahwa empat dari setiap juta penduduk meninggal dalam penembakan setiap tahun di Swedia.

Baca juga:  Penembakan di Mal Denmark, Sejumlah Orang Tewas dan Terluka

Di Eropa rata-rata adalah 1,6 orang per juta penduduk. Penembakan tahun ini juga telah menyebar di luar kota-kota utama negara itu, karena kekerasan geng - yang menurut polisi sering dikaitkan dengan penembakan itu - menyebar lebih jauh.

Baca juga: Penembakan di Pusat Perbelanjaan AS, Tewaskan 2 Orang, Lukai Polisi

Integrasi imigran yang buruk, kesenjangan yang melebar antara yang kaya dan miskin, dan meningkatnya penggunaan narkoba adalah apa yang dikatakan polisi sebagai akar penyebab kekerasan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement