Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Komisi III DPR Ribut Depan Kapolri Gara-Gara Pertanyaan 'Sudah Doktor Belum?'

Kiswondari , Jurnalis-Rabu, 24 Agustus 2022 |14:07 WIB
Komisi III DPR Ribut Depan Kapolri Gara-Gara Pertanyaan 'Sudah Doktor Belum?'
Tangkapan layar media sosial
A
A
A

“Intinya saya cuma menekankan di sini, pertanyaan saya ini tolong dijawab Kapolri. Kalau tidak terlibat tinggal kita menjelaskan dari Kapolri,” papar Dipo.

Lalu, Cucun pun meminta agar semua tertib dalam rapat. Sebagai pimpinan di Badan Anggaran (Banggar) DPR, dia menegaskan bahwa pimpinan tidak boleh diktator dan mengatur anggota berbicara. Pimpinan harus menghargai anggota, apalagi ini adalah anggota fraksinya jadi jangan dipotong saat sedang interupsi.

“Saya juga menduduki pimpinan, enggak pernah saya diktator anggota harus di bawah pimpinan. Tolong juga hargai anggota, ini anggota fraksi saya, bapak jangan potong. Kalau waktu mau habis ingatkan waktu, jangan sampai ke substansi, enggak boleh,” tegasnya.

Menurut Cucun, pimpinan harus mempersilakan anggota akan bicara apa karena itu hak anggota yang diatur dalam UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3). Jadi, jangan bicara kalau Dipo bukan doctor atau tidak.

“Jangan ngomong Pak Dipo bukan doktor, Pak Adies doktor dan dikomparasikan begitu enggak boleh Pak. Apa jadi standar doktor itu,” tegasnya.

Adies yang Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini tidak terima dengan sebutan diktator yang disampaikan Cucun. Dia hanya mencoba meluruskan dan sebaiknya tidak menyebut nama dalam pertanyaan itu.

“Interupsi pimpinan, saya gak suka dibilang diktator, sapa yg diktator di sini. Saya hanya meluruskan di sini, jangan sebut nama, itu saja yang saya bilang,” ujar Adies.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement