"Persis ketika beko itu menghancurkan pucuk dari sanggar itu, di antara debu-debu itu kucing itu terlempar. Kami menduga kucing itu sudah mati. Tapi keesokan harinya, anak-anak melaporkan kucing itu sedang duduk terisak-isak di lokasi di mana sanggar itu sudah hancur," ujarnya.
Yang terjadi setelah penggusuran tersebut adalah setiap jam 3 sore kucing itu selalu tidur di lokasi reruntuhan.
"Kucing bernama Libi ini kami jadikan simbol perjuangan kesetiaan dan persistensi warga yang rindu sekali akan tempat tinggal, tempat pemukiman yang manusiawi, yang penuh gotong-royong. Inilah patung kucing Libi. Terima kasih," tutur Sandiawan.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.