Rahul Kumar, seorang pengendara sepeda motor, mengaku senang dengan helm Shellios.
“Ini helm antipolusi. Anda tidak akan merasakan udara tercemar saat memakai helm ini. Rasanya seperti Anda bernapas dalam kenyamanan rumah. Ini sangat nyaman. Polusi di luar ruangan tidak terasa sama sekali saat memakai helm ini," katanya.
Helm seberat 1,5 kilogram ini sebetulnya dikembangkan Pathak sejak 2016, namun baru mulai dipasarkan pada 2019 di New Delhi. Karena harganya yang mahal, sekitar USD56, atau hampir empat kali lipat dari harga helm biasa, peminatnya masih terbilang rendah.
Shellios kini berusaha menurunkan harganya dengan memangkas biaya produksi. Salah satunya dengan bekerja sama dengan produsen besar untuk mengembangkan versi yang lebih ringan dari bahan termoplastik, dan bukan dari bahan serat kaca (fiberglass).
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.