Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cara Generasi Milenial dan Pemuda Tangkal Paham Radikalisme dan Ekstrimisme

wahab firmansyah , Jurnalis-Kamis, 01 September 2022 |18:47 WIB
Cara Generasi Milenial dan Pemuda Tangkal Paham Radikalisme dan Ekstrimisme
Dialog kebangsaan DPP KNPI dan BNPT
A
A
A

JAKARTA – Direktur Perlindungan BNPT Brigjen (Pol) Imam Margono mengatakan, berdasarkan penelitian IPR BNPT 2020 potensi radikalisme cenderung lebih tinggi pada perempuan, kalangan urban, Gen Z, dan milenial serta yang aktif di internet.

(Baca juga: Terpapar Radikalisme, Emak-Emak di Garut Bayar Rp25 Ribu Dijamin Masuk Surga)

“Pentahapan radikalisasi dimulai dari keberadaan kelompok-kelompok kecil yang tidak terafiliasi dengan kelompok teror. Namun membangun keterikatan ideologi (ideological engagement),”ujar Imam saat dialog kebangsaan yang digelar Bidang Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme DPP KNPI, di Kampus UIN Jakarta, Kamis (1/9/2022).

“Hingga kemudian menumbuhkan fase radikalisasi dan mengglorifikasi kegiatan-kegiatan yang menjadi katalisator bagi individu-individu untuk bergabung ke dalam kelompok teror,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) M. Ryano Panjaitan, memberikan solusi atas problematika tersebut. Salah satunya dengan aktivistpreneur, yaitu sintesis antara aktivisme dan entrepreneurship. Aktivistpreneur juga merupakan transformasi aktivisme menuju kesejahteraan rakyat

(Baca juga: BNPT Gandeng LPSK Lindungi Hak Penyintas Terorisme)

"Mengapa kami di DPP KNPI periode 2022 - 2025 mengangkat tagline besar Aktivistpreneur ini karena menurut saya inilah sedikit peran aktif pemuda membantu pemerintah mengatasi berbagai problematika sosial khususnya di kalangan pemuda yang menjadi basis konstituen KNPI," ujar Ryano.

Lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini meyakini ketika pemuda ini berdaya, mandiri secara ekonomi maka persoalan radikalisme atau perilaku intoleransi dengan sendirinya akan hilang.

“Itu sebabnya kami terus menggalakkan gerakan Aktivistpreneur ini di kalangan pemuda termasuk di dalamnya pelajar dan mahasiswa termasuk salah satunya untuk melawan radikalisasi beragama,”ujarnya.

Oleh karena itu, dia meyakini di kalangan mahasiswa UIN Jakarta ini tak ada itu bibit radikalisme atau perilaku intoleransi ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement