Share

Santap Makanan Katering, Belasan Siswa SD dan Guru Keracunan

Avirista Midaada, Okezone · Senin 05 September 2022 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 519 2661289 santap-makanan-katering-belasan-siswa-sd-dan-guru-keracunan-zhCrP1EQpT.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

MALANG - Gegara keracunan makanan katering, belasan tenaga pengajar dan siswa di sekolah dasar (SD) Muhammadiyah IV di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dibawa ke puskesmas. Mereka keracunan saat kegiatan gugus sekolah di wilayah Sudimoro, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif membenarkan adanya kejadian keracunan yang dialami sejumlah tenaga pengajar tersebut. Menurutnya, laporan tersebut sudah masuk dan puskesmas setempat telah melakukan penanganan lebih lanjut.

"Puskesmas sudah melakukan langkah-langkah. Berapa banyak yang menjadi korban masih ditelusuri," ucap Husnul Muarif saat dikonfirmasi MNC Portal, Senin (5/9/2022).

 BACA JUGA:10 Warga Cirebon Keracunan Usai Makan Nasi Tumpeng

Menurutnya, peristiwa keracunan massal yang terjadi sudah dicek di bidang alkes, farmasi, dan SDM, namun ia belum menerima laporan secara rinci berapa jumlah korban yang masuk.

"Jadi kalau keracunan di bidang alkes, kemudian farmasi dan SDM masuk di sana, kalau ada laporan ada tindak lanjut. Biasanya kalau laporan seperti ini, kalau laporan biasa kita tindak lanjuti. Terkadang ini masuk di dalam ranah hukum, kita bisa menjadi saksi ahli," terangnya.

 BACA JUGA:Puluhan Jemaat Gereja Keracunan Usai Kebaktian

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana mengaku, pasca peristiwa keracunan massal ini pihak sekolah dilaporkan meliburkan aktivitas belajar mengajarnya selama tujuh hari ke depan.

"Benar, informasi awal di SD Muhammadiyah Sudimoro, kami masih menelusuri. Infonya diliburkan, berapa orang yang keracunan, saya menunggu laporan," kata Suwarjana.

Sementara itu hingga kini belum ada konfirmasi dari pihak sekolah yang bersangkutan, mengenai kronologi dan jumlah korban pastinya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini