Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Penyelundup Manusia, Dilema dalam Pusaran Bisnis yang Menguntungkan

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 14 September 2022 |07:01 WIB
Kisah Penyelundup Manusia, Dilema dalam Pusaran Bisnis yang Menguntungkan
Elham Noor (Foto: BBC)
A
A
A

Rute Mediterania timur, yang melibatkan penyeberangan laut antara Turki dan Yunani, sangat populer di kalangan orang Afghanistan. Badan perbatasan Eropa memperkirakan bahwa dalam delapan bulan pertama tahun ini, lebih dari 14.000 orang menyeberang ke Eropa melalui rute ini - dan hampir seperempat dari jumlah tersebut dianggap orang Afghanistan.

Sangat sulit menempuh perjalanan dari Yunani ke Bosnia - Shah dideportasi beberapa kali sebelum akhirnya berhasil - tapi upayanya melanjutkan perjalanan dari Bosnia kerap menemui kegagalan.

"Itu mengerikan. Dalam upaya terakhir saya juga terluka. Polisi memukuli saya berkali-kali. Mereka mengambil sepatu dan baju hangat kami. Kami dipaska untuk kembali dalam kondisi gelap gulita. Sangat sulit untuk melaluinya," kenangnya. 

Penyelundup tak bisa membantu

Dia tak yakin apakah dia bisa mencapai Italia, tapi Shah tidak berminat memanggil penyelundup manusia di Afghanistan untuk meminta bantuan. Dia mengatakan mereka menghilang begitu saja saat tanda pertama ada masalah, dan banyak yang melakukan perjalanan menyesal mempercayai mereka.

"Ada kemungkinan Anda bisa mati atau terluka atau diculik di setiap tahap perjalanan - dan tidak ada yang bisa membantu Anda," katanya.

"Tidak mungkin bagi mereka (para penyelundup manusia) untuk membantu karena mereka takut pada polisi. Ini permainan kotor."

Dia telah hidup dalam kondisi yang mengerikan selama berbulan-bulan dan telah melihat banyak yang meninggal dalam perjalanan.

"Anda hanya memiliki sedikit makanan dan air agar bisa bertahan hidup. Saya melihat orang-orang sekarat karena kehausan tanpa air. Migran lainnya tak bisa menolongnya karena jika Anda memberikan air kepada mereka, Anda akan menghadapi situasi yang sama."

Menurut IOM, sedikitnya 672 orang telah meninggal di Mediterania tahun ini, terutama karena mereka terpaksa menempuh perjalanan dalam kapal yang penuh sesak ketika kondisi cuaca buruk.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement