Share

4 Kota Dunia yang Jadi Surga Penjahat, Penuh dengan Senjata, Narkoba, dan Perdagangan Manusia

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 16 September 2022 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 18 2668183 4-kota-dunia-yang-jadi-surga-penjahat-penuh-dengan-senjata-narkoba-dan-perdagangan-manusia-Rc04Bsk90X.jpg Pemandangan udara Kowloon Walled City, 1989. (Foto: Wikipedia)

JAKARTA - Berdasarkan data laporan Economist Inteligence Unit (EUI) tahun 2021, Kota Kopenhagen disebut-sebut sebagai kota paling aman di dunia. Berada di Denmark, kota ini mendapatkan skor 82,4 dalam Indeks Kota Aman. Adapun faktor yang membuat kota ini aman adalah rendahnya kriminalitas di kota ini.

BACA JUGA: Kota-Kota Paling Berbahaya di Amerika Serikat

Berbeda dengan Kopenhagen, ada sejumlah kota di dunia yang justru dikenal karena menjadi surganya para penjahat. Berikut daftarnya. 

1. Kowloon Walled City, Hong Kong 

Kota di Hong Kong ini disebut sebagai salah satu surganya penjahat karena disana tidak ada hukum. Dilansir dari laman iNews.id, masyarakat di sana bertingkah semau mereka. Kota ini tidak memiliki peraturan pajak, tidak memiliki peraturan bisnis, tidak memiliki sistem kesehatan, perencanaan, dan bahkan tidak ada polisi di sana. Maka tak heran apabila kota ini ditinggali oleh keturunan bajak laut dan kriminal kelas berat yang tidak diakui oleh masyarakat. Selain itu, lima kelompok geng Triad juga dikabarkan sempat menguasai area kota ini sebagai lahan penjualan narkoba.

BACA JUGA: 7 Kota Teraneh yang Dihuni Manusia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Selain tidak ada hukum, kota dengan luas wilayah sebesar 2.600 meter persegi ini merupakan daerah terpadat di dunia. Di kota ini terdapat 350 bangunan yang rata-rata terdiri dari 10 hingga 14 lantai. Penduduk wilayah Kowloon diperkirakan mencapai lebih dari 33.000 jiwa.

Akan tetapi, pada 1993 pemerintah setempat telah menghancurkan kota tersebut setelah mengosongkannya terlebih dulu. Di lokasi bekas kota yang pernah menjadi surganya para penjahat itu kini berdiri taman, Kowloon Walled City Park.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

2. Darra Adam Khel, Pakistan 

Kota selanjutnya berada di kawasan Pakistan, yaitu Darra Adam Khel. Kota kecil ini terdiri dari kawasan industri senjata sehingga mendapat julukan sebagai “Lembah Senjata.” Kota ini disebut sebagai surganya penjahat karena di kota ini terdapat 2.000 toko senjata yang menyediakan aneka senapan dengan harga yang terbilang murah. Satu senapan kecil bisa dijual kurang dari USD20 (sekira Rp300 ribu) di sini.

Selanjutnya untuk peluru dijual per kilo. Oleh karena itu, di tempat inilah penjahat akan memborong banyak senjata yang akan mereka gunakan untuk modal berbuat kejahatan. Selain penjahat, kawasan ini juga banyak didatangi oleh para militan hingga kelompok masyarakat tertentu.

3. Agadez, Niger 

Agadez adalah kota yang dikenal dipenuhi oleh industri penyelundupan manusia berdiri. Di kota ini siapa saja bisa diselundupkan. Kegiatan industri ini berjalan setiap harinya. Setiap hari akan selalu ada aktivitas mengirimkan banyak orang secara ilegal melalui tengah Gurun Sahara hingga sampai ke kawasan pesisir. 

Selain sebagai tempat penyelundupan manusia secara ilegal, tempat ini juga kerap digunakan sebagai pelabuhan untuk narkoba dan senjata.

4. Port Moresby, Papua Nugini

Port Moresby merupakan ibu kota Papua Nugini. Meskipun sebagai ibu kota, kota ini memiliki citra buruk sebagai surganya para penjahat dan dikenal juga sebagai kota paling berbahaya di dunia. Port Moresby merupakan kota yang tidak ramah perempuan dan rawan terjadi kasus kriminal seperti penculikan. 

Kota ini diketahui dikuasai oleh para geng. Di sana komplotan geng tersebut melakukan aktivitas perdagangan narkoba, senjata, hingga penculikan manusia yang sulit dikendalikan. Selain itu, 70% perempuan di kota ini pernah mengalami pelecehan seksual dan penganiayaan.

Mirisnya, pihak polisi di kawasan ini pun tidak mampu mengendalikan para penjahat. Hal ini disebabkan oleh gaji yang mereka terima sangatlah sedikit bahkan konon katanya untuk memenuhi keperluan sehari-hari saja mereka sampai harus berutang. Akhirnya, polisi lebih banyak diam di kantor atau membantu para geng diam-diam agar mendapatkan bayaran yang cukup banyak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini