Dengan memandang Prof Azra sebagai sufi, Lukman merasa mendiang sudah tak terpikat dengan materi yang ada di dunia. Padahal, kata Lukman, kesempatan untuk Prof Azra mengejar dunia itu terbuka lebar.
"Dengan jabatan-jabatan dengan harta, beliau tetap berorientasi bagaimana ke-Indonesiaan, bagaimana agama itu betul bisa berkontribusi secara positif bagi bangsa Indonesia dan bagi dunia," tutur Lukman.
"Jadi beliau selalu berpikir dalam satu kesatuan tentang ke-Indonesiaan dan tentang dunia. oleh karenanya, agama betul-betul beliau arahkan dan di banyak kesempatan beliau selalu berbicara tentang kemanusiaan dan keadilan krena itulah yang bisa membuktian agama menjadi bermakna bagi orang banyak," imbuh Lukman.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.