Menariknya selain merenovasi candi-candi yang rusak, masa pemerintahan Majapahit juga membuat puluhan candi kecil di atas Gunung Penanggungan. Kebetulan Gunung Penanggungan disucikan dan menjadi bagian dari titik kosmologi atau titik sakral Kerajaan Majapahit. Total sekitar 80 buah candi-candi kecil yang dihasilkan tidak kurang 37 angka tahun, di antaranya 32 berasal dari masa Majapahit.
Jauh di luar Jawa Timur terdapat sejumlah candi yang berasal atau termasuk dalam candi-candi masa Majapahit. Sejumlah candi seperti Candi Sukuh dan Candi Ceto di lereng barat Gunung Lawu yang masuk di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Peninggalan Kerajaan Majapahit juga terendus di luar Pulau Jawa terutama di Pulau Bali. Beberapa bangunan sisa - sisa candi dari batu bata juga disebut Prof. Soekmono ditemukan di daerah Bima, Sumbawa, dan di daerah Padanglawas, Sumatera Utara. Sangat mungkin di wilayah itu ditemukan peninggalan Kerajaan Majapahit.
Pasalnya baik Bima dan Panai disebut dalam Nagarakretagama sebagai bagian dari wilayah Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu tidak mustahil pula sebagian dari candi-candi yang ada di daerah Jambi, termasuk candi peninggalan Majapahit.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.