Share

Pria Jepang Bakar Diri untuk Protes Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 21 September 2022 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 18 2671822 pria-jepang-bakar-diri-untuk-protes-pemakaman-kenegaraan-shinzo-abe-8bMXirwUpK.jpg Polisi menyelidiki lokasi dimana seorang pria membakar diri untuk memprotes pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, Tokyo, Jepang, 21 September 2022. (Foto: Kyodo via Reuters)

TOKYO - Seorang pria Jepang dilaporkan membakar dirinya untuk memprotes pemakaman kenegaraan untuk mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, yang dibunuh pada Juli.

Ratusan pejabat asing diperkirakan akan menghadiri pemakaman yang rencananya digelar pada 27 September.

Pada Rabu, (21/9/2022) saksi memanggil polisi setelah melihat seorang pria terbakar di dekat kantor perdana menteri di Tokyo. Petugas memadamkan api, dan membawa pria yang masih sadar ke rumah sakit, lapor media setempat, sebagaimana dilansir BBC.

Sejauh mana luka-lukanya dan kondisinya saat ini tidak diketahui. Laporan media Jepang mengatakan pria itu diyakini berusia 70-an.

Pemerintah belum mengomentari protes tersebut. Namun penentangan publik terhadap penyelenggaraan pemakaman kenegaraan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan jajak pendapat menunjukkan mayoritas pemilih tidak senang dengan pengeluaran tersebut.

Abe ditembak mati pada 8 Juli, dalam usia 67 tahun, saat berkampanye untuk partai politiknya. Pembunuhan perdana menteri terlama di Jepang dikecam secara internasional dan mengejutkan Jepang, sebuah negara dengan catatan minimal kekerasan politik dan kejahatan senjata.

Tetapi pemakaman kenegaraan bukanlah praktik yang umum di Jepang, dan pengunjuk rasa mengatakan mereka membenci penggunaan dana publik pada acara yang diperkirakan menelan biaya sekitar 1,65 miliar yen (sekira Rp174 miliar).

Salah satu partai oposisi utama negara itu, Partai Demokrat Konstitusional, juga mengatakan anggota parlemennya tidak akan berpartisipasi dalam upacara minggu depan.

Polisi belum mengkonfirmasi rincian protes pada Selasa, (20/9/2022) itu, tetapi media lokal melaporkan pria itu telah menyuarakan penentangannya terhadap pemakaman kepada petugas terdekat sebelum membakar dirinya sendiri.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Catatan tulisan tangan juga ditemukan di sekelilingnya yang mengungkapkan pesan yang sama, lapor media lokal.

Kritik terhadap pemakaman kenegaraan juga meningkat karena lebih banyak politisi di parlemen Jepang diketahui memiliki hubungan dengan gereja yang kontroversial.

Pria yang didakwa membunuh Abe mengatakan dia telah menargetkan mantan perdana menteri karena hubungannya dengan Gereja Unifikasi, yang dia katakan telah membuat keluarganya bangkrut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini