Share

Korut Dukung Rusia 'Caplok' Wilayah Ukraina, Kecam Standar Ganda AS

Susi Susanti, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 18 2680283 korut-dukung-rusia-caplok-wilayah-ukraina-kecam-standar-ganda-as-zsZV12tbJS.jpg Korea Utara mendukung Rusia 'caplok' wilayah Ukraina (Foto: Reuters)

SEOUL - Kementerian luar negeri Korea Utara (Korut) pada Selasa (4/10/2022), mengatakan pihaknya mendukung pencaplokan Rusia atas bagian-bagian wilayah Ukraina. Korut menuduh Amerika Serikat (AS) menerapkan "standar ganda seperti gerombolan penjahat" dalam mencampuri urusan negara lain.

Media pemerintah Korea Utara KCNA melaporkan tentang resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang dipimpin AS yang mengutuk pencaplokan yang diproklamasikan itu.

Direktur Jenderal Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri Korut Jo Chol Su mengatakan referendum diadakan secara sah sesuai dengan piagam PBB, tetapi AS memegang "standar ganda seperti gerombolan penjahat" setelah menginvasi negara lain untuk mempertahankan "supremasi" sendiri.

Baca juga: Barat Dituduh Standar Ganda di Ukraina, Beri Perhatian Tidak Proporsional di Konflik Timur Tengah

"Untuk mempertahankan 'dunia berkutub tunggal' yang tak tertandingi, AS ikut campur dalam urusan internal negara-negara merdeka dan melanggar hak-hak hukum negara-negara itu dengan menyalahgunakan DK PBB," kata Jo dalam sebuah pernyataan yang dirilis KCNA, dikutip Antara.

Baca juga: Menhan AS: Ukraina Membuat Kemajuan di Medan Perang Berkat Tentara dan Pasokan Senjata

"AS melancarkan perang agresi terhadap negara-negara berdaulat termasuk negara bekas Yugoslavia, Afghanistan, dan Irak, tetapi AS belum dipertanyakan oleh DK PBB," lanjutnya.

Jo mengatakan Dewan Keamanan PBB akan menghadapi konsekuensi jika mengikuti "praktik sesuka-suka dan sewenang-wenang Washington serta tindakan standar ganda dan parsial."

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, Rusia mem-veto resolusi itu dan mendukung klaim Moskow bahwa wilayah tersebut memilih untuk menjadi bagian dari Rusia.

Adapun Kiev dan para pemimpin negara Barat mengecam referendum itu sebagai tipuan. Washington mendesak negara-negara anggota PBB untuk tidak mengakui perubahan status Ukraina, dan mendesak Rusia untuk menarik pasukannya dari wilayah yang direbut dengan paksa dan pertempuran masih berkecamuk di wilayah itu.

Ukraina memutuskan hubungan dengan Korea Utara pada Juli setelah Pyongyang mengakui dua republik di Ukraina timur yang memproklamirkan kemerdekaan dan memisahkan diri.

Seperti diketahui, Korea Utara merupakan sekutu lama dengan Rusia sejak masa Perang Dingin. Pada September lalu, Amerika Serikat mengatakan bahwa Rusia sedang membeli jutaan roket dan peluru artileri dari Korut untuk digunakan di Ukraina.

Namun, Korut menolak laporan itu dan memperingatkan Washington untuk "tutup mulut" dan berhenti membuat rumor yang "menodai" citra negara itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini