Share

Ukraina Rebut 50 Kota dan Desa di Kherson dari Rusia, 3.500 Warga Dibebaskan

Susi Susanti, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 18 2681124 ukraina-rebut-50-kota-dan-desa-di-kherson-dari-rusia-3-500-warga-dibebaskan-RhLYh2gvj8.jpg Pasukan Ukraina membebaskan 50 kota dan desa di Kherson (Foto: Reuters)

UKRAINA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan Ukraina telah membuat "gerakan cepat dan kuat" di Ukraina selatan dan membebaskan "puluhan pemukiman" pada minggu ini saja.

Dalam pidato pada Selasa (4/10/2022) malamnya, Zelensky mengatakan desa-desa Lyubimivka, Khreshchenivka, Zolota Balka, Bilyaivka, Ukrainka, Velyka Oleksandrivka dan Mala Oleksandrivka juga telah dibebaskan, dan itu "jauh dari keseluruhan daftar".

Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina Yevhen Enin mengatakan 50 kota dan desa telah direbut kembali dan sekitar 3.500 warga dibebaskan di Kherson, tetapi tidak mengatakan selama periode berapa.

 Baca juga: Pukul Mundur Pasukan Rusia, Ukraina Berhasil Merebut Kembali Kherson

Seorang pejabat yang ditempatkan Kremlin di Kherson, Kirill Stremousov, mengatakan kepada penduduk jika tidak ada alasan untuk panik.

Tidak ada konfirmasi segera bahwa desa-desa di timur laut Davydiv Brid juga telah jatuh dan juru bicara militer Rusia tidak menyebutkan kerugian di sana.

 Baca juga: Pertempuran Sengit, Tank Ukraina Berhasil Terobos Rusia Menuju Kherson

Tetapi pada peta yang digunakan untuk menggambarkan kontrol Rusia, jelas bahwa itu tidak lagi mencakup desa Arkhanhelske dan Velyka Oleksandrivka di timur laut wilayah itu, dan Dudchany di tepi Dnieper.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Blogger militer Rusia Rybar mengatakan tentara memutuskan untuk mundur karena berisiko dikepung. "Tidak sepenuhnya jelas di mana jalur kontak baru akan berada," katanya.

"Banyak pemukiman diratakan - beberapa pemukiman hampir tidak memiliki bangunan yang tersisa,” terang Wakil Walikota Kherson yang diasingkan Roman Holovnia,” dikutip BBC.

Dia menambahkan bahwa penduduk kota sedang menunggu pasukan Ukraina dan diketahui mereka sedang bergerak maju.

Holovnia mengatakan dari 320.000 orang yang tinggal di sana sebelum perang, hanya 100.000 yang tersisa.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini