SEJUMLAH oknum prajurit TNI AD menendang suporter Arema saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Tindakan prajurit itu membuat Panglima TNI Jenderal Andika Prakasa murka, dan kini prajurit TNI tersebut sudah meminta maaf. Berikut sejumlah faktanya:
1. Prajurit TNI Meminta Maaf
Oknum prajurit TNI yang melakukan tendangan Kungfu ke suporter Arema saat tragedi Kanjuruhan viral di media sosial. Aksi tak terpuji oknum itu membuat murka Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
BACA JUGA:Ini Sosok yang Perintahkan Gas Air Mata saat Tragedi Kanjuruhan
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Kolonel Arh Hamim Tohari mengatakan, oknum TNI itu akhirnya minta maaf kepada korban. Menurutnya, anggota tersebut tengah khilaf akibat adanya tekanan dari situasi yang memanas di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Namun, kata Halim, memang sudah sepatunya seorang prajurit sadar dan berbesar hati mengakui kesalahannya.
"Memang begitu seharusnya (meminta maaf), terkadang terjadi kekhilafan anggota saat melaksanakan tugas akibat tekanan situasi," tuturnya.
2. Bantu Ayah Korban Berobat
Pangdam V Mayjen TNI Nurcahyanto juga ikut berkunjung ke kediaman suporter Arema itu. Bahkan, Nurcahyo juga turut serta membantu korban dan ayah korban yang sedang sakit untuk pergi berobat ke rumah sakit.
BACA JUGA:Ini Peran 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Malang
"Pangdam V Mayjen TNI Nurcahyanto juga sudah berkunjung ke rumah korban tersebut dan hari ini membawa korban ke RST Soepraoen Malang untuk diperiksa lagi lebih mendalam. Dan kebetukan ayah korban sedang sakit, sehingga sekalian diajak untuk berobat di RST," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Kolonel Arh Hamim Tohari.