JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, pembangunan Ruang Limpah Sungai di Jakarta yang baru diresmikan itu sejatinya merujuk pada konsep pengendalian air di Singapura yang dilakukan di Sungai Kallang, serta Sungai Meuse dan Waal di Belanda.
BACA JUGA:2 Kerusuhan di Penjara Ekuador Tewaskan Setidaknya 27 Napi
"Kami sudah melakukan kajian soal ini (ruang limpah sungai) dan kita merujuk ada dua tempat yang bisa menjadi rujukan. Pertama proyek Kallang River di Singapura, lalu di Belanda Sungai Meuse dan Waal," ujar Anies pada wartawan, Kamis (6/10/2022).
Menurutnya, tim dari Pemprov DKI Jakarta telah melakukan pembahasan dan diskusi hingga berkunjung ke dua lokasi tersebut guna melihat sistem pengendalian air di negara tersebut.
Dari situ lantas terbuatlah konsep baru, yang mana berbeda dengan program Room for The River yang dilakukan Belanda di sungai Meuse dan Waal ataupun Singapura di Sungai Kallang dalam pengendalian air.
"Maka itu namanya pun baru karena di Belanda diberi nama room for the river, ruang untuk sungai, disini kita menggunakan ruang limpah sungai pada saat air sungai berlimpah, disitulah disiapkan ruang untuk menampungnya," tuturnya.