Share

Thailand Berduka, Bendera Berkibar Setengah Tiang Usai Penembakan Massal yang Tewaskan 37 Orang

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 18 2682493 thailand-berduka-bendera-berkibar-setengah-tiang-usai-penembakan-massal-yang-tewaskan-37-orang-EbnZSq0DkF.jpg Thailand berduka usai penembakan massal yang menewaskan 37 orang di pusat penitipan anak (Foto: Reuters)

BANGKOK - Thailand sedang berduka atas serangan senjata dan pisau yang mengerikan di sebuah pusat penitipan anak di timur laut yang menewaskan 37 orang, termasuk 23 anak-anak.

Orang tua berkumpul di luar gedung pada Jumat (7/10/2022) pagi, menangis dan memegang mainan anak-anak mereka.

Bendera di seluruh Thailand berkibar setengah tiang saat negara bergulat dengan tragedi itu.

Semalam, peti mati merah muda dan putih yang dihiasi dengan emas, membawa mayat anak-anak, dibawa ke kamar mayat rumah sakit di Udon Thani dan diletakkan dalam barisan.

Baca juga:  Penembakan di Day Care Thailand Tewaskan 34 Orang, Tidak Ada Korban WNI

Dikutip BBC, petugas penyelamat sebelumnya membawa mayat para korban ke kantor polisi, tempat keluarga korban berkumpul. Kerabat yang putus asa juga menunggu di luar pusat penitipan anak hingga larut malam.

Baca juga:  Penembakan Massal 34 Orang di Tempat Penitipan Anak Thailand, Pelaku Dilaporkan Bunuh Diri

Polisi mengatakan pelaku berusia 34 tahun adalah seorang mantan polisi. Dia menyerang tempat penitipan anak di provinsi Nong Bua Lamphu, membunuh anak-anak yang masih kecil berusia sekitar dua tahun saat mereka tidur.

Pelaku itu kemudian bunuh diri dan keluarganya setelah diburu polisi. Belum diketahui motif penyerangan tersebut. Namun polisi mengatakan penyerang dipecat dari pekerjaannya pada Juni lalu karena penggunaan narkoba.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dia diketahui sempat muncul di pengadilan pada pagi hari serangan atas tuduhan terkait dengan penggunaan dan kemungkinan penjualan metamfetamin. Dia seharusnya menghadapi vonis pada Jumat (7/10/2022) ini.

Penembakan massal di Thailand jarang terjadi, meskipun tingkat kepemilikan senjata relatif tinggi untuk wilayah tersebut. Menurut kantor berita Reuters, senjata ilegal juga umum di negara Asia Tenggara

Serangan penembakan itu terjadi kurang dari sebulan setelah seorang perwira militer menembak mati dua rekannya di sebuah pangkalan di Bangkok.

Pada 2020 seorang tentara membunuh 29 orang dan melukai puluhan lainnya di kota Nakhon Ratchasima.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini