JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan Magnitudo (M)5,0 di Laut Halmahera pukul 04.12 WIB akibat adanya aktivitas sesar aktif.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” ungkap Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya, Minggu (9/10/2022).
BMKG melaporkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,94° LS ; 128,98° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 153 Km arah Timur Laut Halmahera Selatan, Maluku Utara pada kedalaman 10 km.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” ungkap Daryono.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap ), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Kepulauan Joronga, Halmahera Selatan dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ). Daerah Gane Timur Selatan, Halmahera Selatan, Kofiau, Raja Ampat, dengan skala intensitas II - III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” papar Daryono.
Sementara itu, Daryono meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.