“Kita berharap, pembangunan sekolah net zero ini juga dapat mendorong Jakarta mencapai target net zero emission atau nol emisi karbon pada tahun 2050. Kita sedang berupaya menjadikan kota ini sebagai kota yang berkelanjutan di masa depan,” tandasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menegaskan, sekolah dengan konsep net zero carbon berfungsi mengurangi energi listrik dan bermanfaat untuk kesehatan siswa. Konsep itu juga membuat kegiatan belajar mengajar akan lebih mengandalkan pencahayaan dari matahari.
"Ini sangat berguna bagi kesehatan siswa, karena kita memanfaatkan ruang terbuka hijau dan pencahayaan yang alami. Bangunan sebelumnya menghabiskan biaya listrik mencapai Rp5-6 juta, tetapi setelah bangunan ini digunakan kemarin hanya menghabiskan biaya Rp1,5 juta," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat II, Junaedi.
Menurutnya, konsep sekolah rendah emisi ini juga mengedepankan penggunaan sinar matahari menjadi tenaga listrik (solar cell). Nantinya, sekolah harus memiliki ruang terbuka hijau yang cukup untuk menyerap sinar matahari. "Ruang terbuka hijau menjadi lapangan, sehingga pencahayaan betul-betul terbuka. Ini sangat sehat bagi peserta didik, sehingga tidak perlu AC," pungkasnya.
(Agustina Wulandari )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.