JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa Partai Golkar terus berkomitmen untuk menyelesaikan problem daya saing pekerja.
Ia menuturkan, bahwa hal itu juga telah menjadi perhatian Pemerintah. Hal itu Airlangga sampaikan saat membuka Executive Education Program For Young Political Leaders angkatan 9, Golkar Institute, Senin (10/10/2022) di Kantor DPP Partai Golkar.
Airlangga menjelaskan, komposisi pekerjaan di masa mendatang akan berubah, antara lain transisi melalui ekonomi digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru. Transformasi digital telah terjadi dan tidak dapat dihindari.
“Di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian, Pemerintah, pelaku industri, dan elemen masyarakat mempersiapkan pekerja agar memiliki kemampuan, keterampilan dan daya saing untuk menjawab tuntutan pekerjaan masa kini dan masa mendatang. Salah satu program adalah kartu pra kerja. Di tahun 2022 telah memberi manfaat bagi 3,46 juta orang. Ini tentunya untuk peningkatan keterampilan dan produktivitas kerja, skilling, reskilling dan upskilling,” ujar Airlangga.
BACA JUGA:Yanti Airlangga: Golkar dan Dewa 19 Galang Donasi untuk Korban Kanjuruhan serta Tembok Roboh MTs 19
“Partai Golkar selalu pro aktif mendengarkan dan mencari tahu hal yang menjadi aspirasi masyarakat. Sebagian tantangan adalah lapangan kerja. Dan berbagai survei, persoalan lapangan kerja muncul di ranking teratas dan ini menjadi tugas dari partai politik, termasuk Partai Golkar,” sambung Airlangga.
Airlangga juga menyampaikan bahwa persoalan daya saing pekerja membutuhkan solusi bersama dari berbagai pihak.
BACA JUGA:Bahas Koalisi Pemilu 2024, Airlangga Setiri Puan Naik Mobil Listrik Warna Kuning
“Masalah keterampilan dan daya saing pekerja juga menjadi sorotan. Dan ini tentunya menjadi pekerjaan rumah yang perlu dicarikan solusi bersama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Tema daya saing pekerja Indonesia dalam diskusi publik ini saya sambut baik sekaligus menjadi perhatian khusus dari Partai Golkar dan Koalisi Indonesia Bersatu,” jelasnya.