Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Siswi SD Meninggal Setelah Kepalanya Dipukul Guru karena Salah Mengeja

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2022 |16:32 WIB
Siswi SD Meninggal Setelah Kepalanya Dipukul Guru karena Salah Mengeja
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

KAIRO - Kematian seorang siswi berusia 9 tahun, yang meninggal setelah seorang guru memukul kepalanya karena membuat kesalahan ejaan, telah memicu kemarahan yang meluas dan seruan untuk keadilan di Mesir.

Basmala Osama Ali Mohamed, yang bersekolah di sekolah dasar Taranis al-Arab di provinsi Dakahlia, menghabiskan delapan hari di rumah sakit karena menderita pendarahan otak sebelum dia meninggal pada Minggu, (9/10/2022).

Media Mesir melaporkan bahwa seorang guru bahasa Arab berusia 50 tahun, bernama Samir, memukul kepala Basmala dengan tongkat kayu tiga kali setelah dia membuat kesalahan ejaan saat menulis di papan tulis di depan seluruh kelas.

Guru itu terkenal karena membawa tongkat kayu dan perilaku kekerasannya terhadap siswa.

Aktivis hak asasi manusia Mesir Osama Rushdi mentweet bahwa tindakan guru itu "tidak manusiawi" dan menyebut tongkat itu sebagai "mematikan".

Ayah Basmala mengatakan bahwa putrinya menderita pendarahan otak dan mengalami koma setelah serangan itu. Dia menambahkan bahwa kepala sekolah telah salah berusaha merawatnya alih-alih memanggil ambulans, yang memperburuk kondisinya, demikian diwartakan Middle East Eye.

BACA JUGA: Kisah Pemuda Muslim Selamatkan 5 Anak dari Kebakaran Gereja di Mesir

Bocah sembilan tahun itu dibawa dengan sepeda motor roda tiga oleh guru lain dan ditinggalkan di luar pintu depan rumahnya, berdarah dan tidak sadarkan diri, kata ayahnya.

Guru itu ditahan selama empat hari menunggu penyelidikan dan diskors dari mengajar selama tiga bulan setelah ayah Basmala mengajukan pengaduan di kantor polisi El-Senbellawein di Dakahlia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement