Share

5 Negara yang Terapkan Aturan Wamil Bela Negara, No. 4 Bisa Tanpa Batas Waktu

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 17 Oktober 2022 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 16 18 2688152 5-negara-yang-terapkan-aturan-wamil-bela-negara-no-4-bisa-tanpa-batas-waktu-k9UaiqRFLZ.jpg Foto: Reuters.

JAKARTA - Kewajiban bela negara banyak diterapkan di berbagai negara di dunia. Hal ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan negara dari serangan eksternal yang bisa terjadi kapan saja. Beberapa negara bahkan mewajibkan penduduknya untuk melakukan wajib militer (wamil) sebagai bagian dari aksi bela negara. Berikut adalah daftar negara yang mewajibkan bela negara. 

1. Korea 

Perang antara Korea Selatan dan Korea Utara secara teknis sudah berlangsung selama 72 tahun. Dengan begitu kedua negara saling memperkuat militer mereka. Demi mempertahankan negara, Korea Utara memiliki kebijakan militer yang bernama ‘Songun’.

Biasanya siswa yang baru lulus sekolah akan bergabung dalam ‘Songun’ pada usia 17-18 tahun. ‘Songun’ diikuti oleh seluruh penduduk baik pria maupun wanita. Sementara itu, Korea Selatan mewajibkan penduduk pria untuk melakukan wajib militer. Wajib militer biasa dilaksanakan saat usia di atas 18 tahun. Pria Korea akan ditugaskan di angkatan darat (21 bulan), angkatan laut (23 bulan), atau angkatan udara (24 bulan).

BACA JUGA: Kang Tae Oh Resmi Umumkan Tanggal Wamil 

2. Rusia 

Rusia memiliki aturan wajib militer bagi warga negara laki-laki. Wajib militer adalah salah satu bentuk upaya bela negara. Di bawah hukum Rusia, jangka waktu untuk melakukan wajib militer yaitu 12 bulan bagi pria berusia 18 hingga 27 tahun.

Akan tetapi, konstitusi Rusia mengizinkan untuk memilih bentuk dinas non-militer jika hal tersebut bertentangan pada agama atau keyakinan yang dianut. Sebaliknya, jika ada warga yang secara sengaja menghindari atau tidak melaksanakan wajib militer akan dikenakan denda atau hukuman penjara bahkan dikirim ke perang di Ukraina.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

3. Israel

Untuk mempertahankan keamanan negara, Israel mewajibkan dinas militer bagi seluruh penduduknya yang berusia 18 tahun kecuali orang Israel ultra-Ortodoks dan Arab. Warga yang berasal dari Yahudi, Druze, atau Sirkasia ditugaskan di Angkatan Pertahanan Israel. 

Durasi dinas militer bagi pria adalah minimal 2 tahun 8 bulan. Sedangkan untuk wanita adalah 2 tahun. Ada beberapa golongan yang dibebaskan dari dinas militer yakni orang Arab Israel, wanita religius, seorang yang sudah menikah, atau yang memiliki penyakit tertentu.

4. Eritrea 

Seluruh penduduk di Eritrea yang belum menikah diwajibkan untuk ikut wajib militer selama 18 bulan. Akan tetapi jangka waktu tersebut bisa diperpanjang selama bertahun-tahun, menurut kelompok Hak Asasi Manusia (HAM). Bahkan ada beberapa kasus wajib militer berlangsung tanpa batas waktu. Kelompok HAM juga menilai bahwa wajib militer menjadi alasan penduduk Eritrea untuk mengungsi atau mencari suaka di Inggris.

5. Iran 

Berdasarkan konstitusi Iran, semua penduduk pria di atas 18 tahun harus menjalankan wajib militer selama 18 hingga 24 bulan. Wajib militer bisa tidak dijalankan bagi seorang yang menderita penyakit tertentu. Pengecualian juga pada orang berusia 18 namun memiliki ayah yang sudah berusia di atas 60 tahun. Selain alasan itu semua, penduduk pria tetap harus mengikuti kegiatan wajib militer. Bagi penduduk pria di atas usia 35 tahun yang tidak mengikuti wajib akan dikenakan denda sekitar USD10 ribu atau sekira Rp153 juta.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini