Share

Hindari Wamil, 2 Warga Rusia Nekat Kabur ke AS Naik Perahu Cari Suaka

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 05:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 18 2682304 hindari-wamil-2-warga-rusia-nekat-kabur-ke-as-naik-perahu-cari-suaka-pxNMu9UNrS.jpg Ratusan ribu warga Rusia telah melarikan diri keluar negeri setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobiliasasi parsial. (Foto: Reuters)

JUNEAU - Dua warga negara Rusia telah ditahan oleh pejabat Amerika Serikat (AS) setelah tiba dengan sebuah perahu kecil di Pulau St Lawrence di Alaska. Menurut dua senator AS yang mewakili negara bagian itu, kedua orang ini mendarat di sebuah pantai di Desa Gambell dan meminta suaka.

Seorang juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengatakan klaim suaka keduanya saat ini sedang diproses. 

Ribuan orang telah meninggalkan Rusia untuk menghindari wajib militer untuk perang di Ukraina.

Gambell - rumah bagi kurang dari 500 penduduk tetap - terletak di tanjung barat laut Pulau St Lawrence. Pulau ini terletak sekira 56km dari Semenanjung Chukchi Rusia, yang berarti lebih dekat ke Rusia daripada ke daratan Alaska. Menurut media lokal, penduduk Gambell dapat melihat wilayah Rusia Siberia di seberang laut.

Seorang petugas kota setempat mengatakan kepada stasiun berita KTUU bahwa orang-orang itu telah berlayar ke sana dari Kota Egvekinot di timur laut Rusia, perjalanan sekira 480 km melalui laut, dan sejak itu diterbangkan dari pulau itu.

DHS mengatakan orang-orang itu datang ke darat "dengan perahu kecil pada Selasa, (4/10/2022)" dan telah diterbangkan ke Anchorage, kota terbesar di Alaska, untuk "diperiksa dan disaring".

Pada konferensi pers pada Rabu, (5/10/2022) Gubernur Alaska Mike Dunleavy mengatakan kedatangan mereka "mengejutkan kami".

"Kami tidak mengantisipasi aliran individu atau armada individu yang terus-menerus. Kami tidak memiliki indikasi itu akan terjadi, jadi ini mungkin hanya sekali," tambahnya sebagaimana dilansir BBC

Senator Alaska Dan Sullivan mengatakan para pemimpin masyarakat di Gambell telah menghubunginya tentang kedatangan orang-orang itu pada hari Selasa.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sullivan mengatakan dia mendesak otoritas federal "untuk menyiapkan rencana ... jika lebih banyak orang Rusia melarikan diri ke komunitas Selat Bering di Alaska".

"Insiden ini memperjelas dua hal: Pertama, orang-orang Rusia tidak ingin melawan perang agresi Putin terhadap Ukraina. Kedua, mengingat kedekatan Alaska dengan Rusia, negara kita memiliki peran penting untuk dimainkan dalam mengamankan keamanan nasional Amerika," katanya. tulisnya dalam sebuah pernyataan, Kamis, (6/10/2022).

Rekannya dari negara bagian, Senator Lisa Murkowski, mengatakan insiden itu "menggarisbawahi perlunya postur keamanan yang lebih kuat di Arktik Amerika".

Mereka mendorong untuk memperluas kemampuan dan infrastruktur pertahanan strategis di Alaska untuk memerangi ancaman yang ditimbulkan Rusia di wilayah tersebut.

Mengutip sumber Kremlin, laporan Forbes Rusia minggu ini mengklaim sebanyak 700.000 orang mungkin telah meninggalkan negara itu sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi pasukan parsial pada 21 September.

Eksodus massal terjadi saat pasukan Rusia menghadapi kerugian besar dan kekalahan yang menghancurkan moral di medan perang.

Tetapi sementara sebagian besar pria telah melarikan diri melalui darat ke negara tetangga Kazakhstan, Georgia dan Finlandia, serta negara-negara Eropa lainnya, kedatangan di Alaska ini merupakan yang pertama.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini