JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia pada 20-21 Oktober 2022.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Timur Laut-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 4 - 25 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6-25 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka Utara, perairan utara P Sabang, perairan barat Aceh dan perairan P Enggano," tulis keterangan BMKG, Kamis (20/10/2022).
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25-2.50 meter berpeluang terjadi di perairan barat Nias-Kepulauan Mentawai, perairan barat Bengkulu, perairan barat Lampung, Selat Sunda, perairan selatan Jawa - NTT, Selat Bali - Lombok - Alas, Selat Sape bagian selatan, perairan P. Sawu, Laut Sawu, perairan utara Kepulauan Anambas - Natuna, perairan P. Subi - Serasan, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat, Samudra Pasifik Utara Halmahera - Papua.
Pada gelombang yang lebih tinggi yakni di kisaran 2.50-4.0 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue, perairan P. Enggano, Samudra Hindia Barat Sumatera, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur, Laut Natuna Utara.
"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat beresiko terhadap keselamatan pelayaran," tulisnya.