“Kami melihat kolaborasi Rusia-China ini sebagai duet maut yang paling berbahaya sepanjang sejarah. Apalagi, teknologi China saat ini lebih maju ketimbang negara-negara dunia lainnya,” kata Furqan Raka.
Menurutnya, keterlibatan China dalam invasi Rusia ke Ukraina menjadi "momen pintu geser dalam sejarah militer dunia", di mana Amerika Serikat (AS) dan sekutunya akan segera menemukan bahwa mereka terlalu jauh di belakang dalam serangkaian teknologi penting di bidang militer dari Beijing.
“Ini berbahaya, setahu kami, Jeremy Flaming jarang tampil berbicara di muka umum. Namun kali ini, beliau menyampaikan langsung hasil kerja intelijen Inggris terkait ancaman teknologi China bagi dunia dalam forum resmi,” tutur Furqan.
Ternyata bukan hanya Fleming, dalam beberapa bulan terakhir, beberapa kepala mata-mata Inggris dengan sengaja mengambil peran publik yang dibuat dengan hati-hati dalam menggambarkan ancaman keamanan di masa depan oleh negara China.
Fleming menyebut, kinerja militer Rusia diambang kelemahan yang mendalam. Dalam pidatonya ia menggambarkan keputusan Putin sebagai cacat, pasukannya dinilai lemah, dan ketergantungannya pada memobilisasi 300.000 wajib militer yang tidak berpengalaman sebagai bukti situasi putus asa Putin.
Di sisi lain, dalam beberapa tahun terakhir ini sebagian besar negara Eropa telah dibungkam dalam kritik publik mereka terhadap Beijing dan ambisinya, karena perdagangan dengan China menjadi penting untuk pertumbuhan.
“Jeremy Fleming juga menjelaskan langkah China untuk membangun kemampuan anti-satelit yang kuat, dengan doktrin menolak akses negara lain ke luar angkasa jika terjadi konflik, bahaya kan,” ungkap Furqan.
Langkah ini dinilai Inggris sebagai cara China untuk mencoba mengubah standar teknologi internasional, agar memudahkan pelacakan individu sebagai bagian dari upayanya untuk menekan perbedaan pendapat, bahkan pidato warga China yang tinggal di luar negeri.
Mengantisipasi hal ini, beberapa waktu lalu pemerintahan Biden (Amerika Serikat) mengumumkan batas baru penjualan teknologi semikonduktor ke China, dengan harapan dapat melumpuhkan akses Beijing ke teknologi penting yang diperlukan untuk superkomputer, senjata canggih, dan aplikasi kecerdasan buatan.
"Masyarakat dunia harus waspada dengan duet maut Rusia-China, khususnya teknologi Tiongkok yang pesat namun diduga digunakan untuk jalan sesat kepada umat manusia,” pungkas Furqan.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.