Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jadi Pemimping Paling Kuat di China, Bagaimana Xi Jinping Membuat Kekuasaannya Makin Tak Tertandingi?

Susi Susanti , Jurnalis-Minggu, 23 Oktober 2022 |17:30 WIB
Jadi Pemimping Paling Kuat di China, Bagaimana Xi Jinping Membuat Kekuasaannya Makin Tak Tertandingi?
Presiden China Xi Jinping (Foto: Reuters)
A
A
A

Dia juga tidak membuang-buang waktunya dan segera menyingkirkan oposisi di dalam angkatan bersenjata.

Episode paling mengejutkan terjadi pada 2014 dan 2015, ketika mantan Wakil Ketua KMP Xu Caihou dan mantan Jenderal TPR Guo Boxiong dituduh korupsi.

“Mereka sudah pensiun ketika tuduhan itu muncul, tapi kemampuan Xi menargetkan mereka mengurangi pengaruh lama mantan pemimpin China Jiang Zemin di TPR,” kata Joel Wuthnow, seorang rekan senior di Universitas Pertahanan Nasional yang didanai oleh Pentagon.

"Itu juga mengirim sinyal kuat kepada para perwira militer yang masih aktif bahwa tidak ada orang yang melawan kendali Xi yang kebal dari bahaya," tambahnya.

Pada 2015, Xi juga merombak struktur militer. Dia menutup empat markas militer –staf, politik, logistik dan persenjataan—lalu menggantinya dengan 15 badan yang lebih kecil.

Wuthnow mengatakan struktur baru itu memungkinan KMP memerintah langsung berbagai cabang militer, bahkan sampai auditor keuangan harus melapor langsung ke KMP.

Hal-hal itu menjadi semacam desakan untuk kesetiaan mutlak kepada Xi, yang masih terus ditegaskan sampai saat ini.

Bulan lalu, People’s Liberation Army Daily – surat kabar militer resmi negara itu – menerbitkan artikel yang menekankan bahwa KMP memegang komando secara keseluruhan.

“Pesan itu membantu menangkal tendensi apa pun yang mungkin berkembang di militer untuk membangun loyalitas terhadap pemimpin senior TPR yang suatu hari nanti mungkin saja menentang Xi,” kata Timothy Health, peneliti senior pertahanan internasional di lembaga think tank AS, RAND.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement