Arti sebenarnya dari Pemikiran Xi Jinping masih bisa diperdebatkan. Tapi menurut para analis bukan itu intinya, melainkan kekuatan.
“Pemikiran Xi utamanya ditujukan untuk memperkuat legitimasi dan kekuasaan Xi di atas siapa pun di Partai Komunis China dan di negara itu. Ini adalah bagian dari pengkultusan terhadap sosok baru yang mengaitkan Xi dengan Mao dan kaisar-kaisar China yang paling berjaya dan sukses di masa lampau,” kata Jean-Pierre Cabestan, profesor emeritus ilmu politik di Universitas Baptis Hong Kong.
Menurut surat kabar Hong Kong Ming Pao, puluhan universitas dan institusi, termasuk Universitas Peking dan Universitas Tsinghua yagn bergengsi, mendirikan pusat penelitian atas nama Xi.
Pada Agustus lalu, Kementerian Pendidikan meluncurkan rencana untuk mempromosikan Pemikiran Xi Jinping dalam kurikulum nasional.
Sebelumnya pada 2019, sebuah aplikasi seluler bernama Xuexi Qiangguo –yang secara harfiah berarti “Belajar dari Xi, Perkuat negara” – yang berisi kuis-kuis tentang Pemikiran Xi Jinping diluncurkan.
Andrew Nathan, seorang profesor ilmu politik di Universitas Columbia, menjelaskan Xi percaya dia memiliki ideologi yang benar dan semua orang harus menerimanya.
“Setiap kali Mao mengambil posisi kebijakan, semua orang harus mengikuti, dan itu juga berlaku untuk Xi,” ujarnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.