Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jadi Pemimping Paling Kuat di China, Bagaimana Xi Jinping Membuat Kekuasaannya Makin Tak Tertandingi?

Susi Susanti , Jurnalis-Minggu, 23 Oktober 2022 |17:30 WIB
Jadi Pemimping Paling Kuat di China, Bagaimana Xi Jinping Membuat Kekuasaannya Makin Tak Tertandingi?
Presiden China Xi Jinping (Foto: Reuters)
A
A
A

Menurut Thomas, setidaknya 24 dari 31 sekretaris partai tingkat provinsi adalah rekan politik Xi, yang sebelumnya mengenal keluarganya, bersekolah dengannya, bekerja di bawahnya, atau bekerja untuk salah satu sekutu dekatnya.

Pengamat mengatakan kampanye anti-korupsi yang menjadi andalan Xi juga dimanfaatkan untuk menyingkirkan saingan politiknya dan faksi lain di dalam partai.

Dalam satu dekade terakhir, lebih dari 4,7 juta orang telah diselidiki oleh lembaga antikorupsi.

“Dalam dua tahun terakhir, Xi lebih jauh lagi membersihkan pejabat-pejabat keamanan yang mendukungnya naik ke tampuk kekuasaan,” kata pakar politik di Universitas California, San Diego, Victor Shih.

“Sekarang badan keamanan dijalankan hampir secara eksklusif oleh pejabat-pejabat yang memiliki sejarah masa lalu dengan Xi dan yang mungkin dipercaya olehnya,” ujarnya.

Sementara itu, hampir semua dari 281 anggota komite tetap provinsi dipromosikan oleh Xi, menurut data yang dihimpun Wu Guoguang, seorang profesor politik di Universitas Victoria Kanada.

Pada 2018, “Pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme dengan Karakteristik China untuk Era Baru” diabadikan dalam konstitusi negara itu.

Memiliki ideologi yang dinamai atas namanya menjadi memperkuat warisan Xi.

Sebelum Xi, hanya Mao Zedong yang mencapai titik ini. Bahkan Deng Xiaoping, yang dikenal sebagai arsitek modernisasi Tiongkok, hanya memiliki “teori” yang menggunakan namanya.

Sementara itu, pendahulu Xi, Jiang Zemin dan Hu Jintao tidak memiliki pemikiran atau teori apa pun yang melekat pada nama mereka.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement