JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, Indonesia kerap dianologikan sebagai supermarket bencana, sebab segala bencana ada di Indonesia. Bencana yang paling tinggi frekuensi kejadiannya disebutnya adalah hidrometeorologi basah.
"Menurut World Bank, Indonesia adalah satu dari 35 negara dengan tingkat potensi risiko bencana paling tinggi di dunia," kata Suharyanto saat memberi kuliah umum di “Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Nasional” di Balairung Jenderal Rudini IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa 1 November 2022.
BACA JUGA:Awas! Bencana Gerakan Tanah Intai Jakarta pada November 2022
Selain penanganan tanggap bencana, Suharyanto menjelaskan juga diperlukan langkah mitigasi berbasis vegetasi. Salah satunya penanaman vegetasi (pohon keras) sebagai mitigasi jangka panjang penanggulangan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).