JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menteri boleh ikut kontestasi pemilihan presiden dan tidak harus mundur dari jabatannya. Namun, harus seizin presiden.
Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin menghormati putusan MK. Namun, alangkah eloknya seseorang yang mencalonkan diri di pemilihan presiden (Pilpres) menanggalkan jabatannya.
"Kita tentu menghormati pilihan politik semua warga negara untuk ikut terlibat dalam kontestasi elektoral sebagai calon presiden atau mencalonkan diri pada jabatan politik lainnya," ujar mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu melalui keterangan resminya pada Rabu (2/11/2022).
"Namun, ketika yang bersangkutan masih aktif memangku jabatan politik tertentu akan sangat elok sebaiknya yang bersangkutan terlebih dahulu menanggalkan jabatan tersebut," imbuhnya.
Sultan menilai hal tersebut sebagai kepekaan moral dan wujud tanggung jawab politik yang harus menjadi nilai dari budaya demokrasi bagi masyarakat yang Pancasilais. Kepekaan politik seperti ini tidak perlu membutuhkan aturan tertulis.
"Mengizinkan menteri kabinet untuk ikut terlibat aktif dalam proses politik adalah kesalahan serius di tengah ancaman resesi ekonomi global saat ini. Karena hal ini akan berkonsekuensi langsung pada penurunan kinerja menteri tersebut," ujarnya.
BACA JUGA:Menangkan Prabowo di Pilpres 2024, Gerindra Panaskan Mesin Partai di Bali
Keputusan memberikan izin menteri ikut pilpres, kata Sultan, sangat kontradiktif dengan keinginan presiden yang selalu menegaskan agar para menterinya bekerja maksimal dengan sense of crisis yang tinggi. Di samping juga sangat rawan terjadi penyalahgunaan jabatan dan kewenangannya sebagai menteri dalam kegiatan politik.
"Kami menghormati keputusan MK yang telah menguji dan kemudian menafsirkan Pasal 170 Ayat (1) UU Pemilu tersebut. Tapi akan sangat bijaksana jika kita semua sebagai pejabat publik memiliki nilai politik yang sesuai nilai-nilai kebangsaan", pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.