Share

Rogoh Kocek Pribadi, Raja Charles III Beri Bonus Rp11 Juta ke Staf Rumah Tangga Kerajaan Bantu Atasi Krisis Biaya Hidup

Susi Susanti, Okezone · Minggu 13 November 2022 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 13 18 2706491 rogoh-kocek-pribadi-raja-charles-iii-beri-bonus-rp11-juta-ke-staf-rumah-tangga-kerajaan-bantu-atasi-krisis-biaya-hidup-u3XEQ2odAQ.jpg Raja Charles III beri bonus pada staf kerajaan untuk membantu krisis biaya hidup (Foto: PA Media)

LONDON - Para Staf Raja Charles III akan menerima pembayaran bonus hingga 600 poundsterling (Rp11 juta) untuk membantu mereka mengatasi krisis biaya hidup.

Surat kabar The Sun melaporkan bahwa bonus - yang akan dibayarkan di atas gaji bulan ini kepada para pekerja termasuk petugas kebersihan - akan berjumlah puluhan ribu poundsterling dan sebagian akan berasal dari pendapatan pribadi Raja.

Staf yang berpenghasilan kurang dari 30.000 poundsterling (Rp549 juta) akan menerima bonus sebesar 600 poundsterling (Rp11 juta). Lalu staf yang berpenghasilan lebih banyak akan mendapatkan bonus lebih sedikit.

Baca juga: Biaya Makan Mahal Rp16 Juta per Tahun, Banyak Orang Australia Terpaksa Melepas Hewan Peliharaan 

BBC melaporkan staf rumah tangga kerajaan lainnya juga akan menerima bonus.

The Sun melaporkan mereka yang berpenghasilan antara 30.000 poundsterling (Rp549 juta) dan 40.000 poundsterling (Rp732 juta) akan menerima 400 poundsterling (Rp7 juta) dalam sekali pembayaran, dan mereka yang dibayar antara 40.000 poundsterling(Rp732 juta) dan 45.000 poundsterling (Rp824 juta) akan menerima 350 poundsterling (Rp6,4 juta).

 Baca juga: Biaya Hidup Tinggal di Dubai, Awas Kaget Sebulan Bisa Habiskan Segini

"Raja memberikan uang dari kantongnya sendiri kepada orang-orang berpenghasilan terendah yang bekerja untuk rumah tangga untuk membantu mereka mengatasi krisis biaya hidup,” terang seorang sumber kepada surat kabar itu.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Ini untuk menargetkan tempat yang paling dibutuhkan di Rumah Tangga Kerajaan dan mencerminkan realitas situasi ekonomi yang dihadapi negara,” lanjutnya.

"Raja sangat menyadari tagihan biaya yang melonjak yang dihadapi orang-orang dan khawatir tentang kesejahteraan ekonomi staf istana yang setia dan melakukan apa yang dia bisa,” ujarnya.

Adapun Istana Buckingham menolak berkomentar.

Menanggapi hal ini, Graham Smith, dari kelompok Republik yang berkampanye untuk penghapusan monarki dan menyerukan kepala negara yang dipilih secara langsung, mengatakan bahwa Raja membantu staf dengan biaya hidup dengan bonus tambahan 50 poundsterling (Rp925.000) sebulan adalah "ofensif" dan "sebuah taktik untuk membujuk orang yang dia sayangi".

"Sementara semua orang menghadapi pemotongan pembayaran, layanan publik, dan tunjangan nyata, Charles menghindari pajak warisan dan membebani pembayar pajak puluhan juta setiap tahun," tambahnya.

Menurut akun kerajaan untuk 2020-2021, ada 491 staf setara penuh waktu di seluruh istana kerajaan yang dibayar dari Sovereign Grant, dengan tagihan upah mencapai 23,7 juta poundsterling (Rp434 miliar).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini