Share

Baku Tembak Tak Hentikan Semangat Warga Kherson Berkumpul Melawan Dingin Demi Kibarkan Bendera Kemerdekaan

Susi Susanti, Okezone · Senin 14 November 2022 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 18 2706814 baku-tembak-tak-hentikan-semangat-warga-kherson-untuk-berkumpul-melawan-dingin-demi-kibarkan-bendera-kemerdekaan-cmZAHQH9sn.jpg Warga Kherson berkumpul mengibarkan bendera tanda kemerdekaan usai pasukan Rusia mundur (Foto: Reuters)

KHERSON – Baku tembak artileri yang bergema di Kota Kherson sepertinya gagal mencegah kerumunan penduduk yang berkumpul melawan dingin di alun-alun utama Kherson untuk mengibarkan bendera pada Minggu (13/11/2022).

Mereka juga mencoba menangkap sinyal ponsel dari stasiun darat Starlink yang dibawa dengan kendaraan militer Ukraina.

"Kami senang sekarang, tetapi kami semua takut dengan pengeboman dari tepi kiri," kata Yana Smyrnova, 35, seorang penyanyi, mengacu pada senjata Rusia di sisi timur Sungai Dnipro yang mengalir dekat kota.

Baca juga: Rusia Dituduh Lakukan 400 Kejahatan Perang di Kherson, Presiden Ukraina: Pasukan Bunuh Warga Sipil

Smyrnova mengatakan dia dan teman-temannya harus mendapatkan air dari sungai untuk mandi dan menyiram toilet mereka, dan hanya beberapa penduduk yang cukup beruntung memiliki generator yang menggerakkan pompa untuk mendapatkan air dari sumur.

Baca juga: Rusia Tarik Mundur 30.000 Tentara hingga Senjata dari Kherson, Inggris: Bukti Kegagalan Strategis

Meski mereka mengalami kesulitan listrik yang masih padam dan kekuarangan air bersih, namun hal itu tidak menyurutkan kegembiraan yang dirasakan usai Rusia menarik mundur pasukan hingga senjata perangnya.

Beberapa dari mereka yang merayakan di alun-alun utama Kherson, bagaimanapun, mengatakan kesulitannya tidak seberapa dibandingkan dengan kegembiraan melihat pasukan Ukraina memasuki kota.

"Ketika kami melihat tentara kami, semua masalah dengan air dan listrik hilang," kata Yana Shaposhnikova, 36, seorang desainer pakaian. "Ledakannya tidak begitu menakutkan. Anak laki-laki dan perempuan kami (pasukan) ada di sini. Jadi tidak begitu menakutkan,” lanjutnya.

Follow Berita Okezone di Google News

"Kami harus mengubur bendera (Ukraina) kami,"ujarnya, yang mengenakan topi bisbol New York Yankees.

"Jika Anda mengenakan sesuatu yang kuning dan biru (warna nasional Ukraina), Anda bisa ditembak atau diundang ke ruang bawah tanah di mana Anda akan disiksa,” lanjutnya.

Dia mengatakan polisi Rusia telah menangkap seorang temannya yang merupakan seorang sukarelawan yang memberikan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah terpencil. Shaposhnikova mengatakan mereka membawanya ke penjara bawah tanah dan melarangnya tidur selama tiga hari saat menginterogasinya, menuntut untuk mengetahui apakah dia mengungkapkan posisi mereka kepada militer Ukraina. Reuters tidak dapat memverifikasi komentar ini secara independen.

Pemerintah setempat mengatakan sebagian besar kota kekurangan listrik atau air. Yuriy Sobolevskiy, wakil ketua pertama dewan regional Kherson, mengatakan kepada TV Ukraina bahwa bahkan ketika pihak berwenang bekerja untuk memulihkan layanan kritis, situasi kemanusiaan tetap "sangat sulit".

Para pejabat melaporkan beberapa kemajuan awal dalam memulihkan normalitas kota.

Penasihat Zelenskyy Kyrylo Tymoshenko mengatakan di Telegram bahwa koneksi seluler sudah berfungsi di pusat kota.

Adapun Kepala kereta api negara Ukraina mengatakan layanan kereta api ke Kherson diperkirakan akan dilanjutkan minggu ini.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini